Rabu, 23 Januari 2008

FW: JWB: [Komunitas Singleparent] Memaksimalkan Peran Ibu sebagai Penc erah Peradaban.//karena kita memang bisa..

Mohon Tanggapannya moms and paps..


Karena Kita Memang Bisa....

Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan cobaan bagi hampa diluar batas
kemampaunnya.

Sepotong ayat pendek ini selalu dijadikan penghiburan bagi mereka-mereka
yang bersedih karena banyaknya cobaan, namun sebenarnya mempunyai makna
yang lebih dari yang disampaikan secara kasat mata, apalagi kalau mau
kita terjemahkan dalam bahasa mata dengan melihat sekeliling. Karena
kalimat pendek ini juga bisa dimaknai bagi mereka yang menerima apapun
itu dalam hidup termasuk kebahagiaan, karena Allah juga tidak akan
memberikan kebahagiaan diluar kemampuan kita menikmatinya, untuk itu
harusnya diterjemahkan dengan bahasa mata dengan melihat sekeliling kita
.
Artnya... peran sebagai seorang Ibu sekaligus Istri dan anggota
masyarakat dalam menjalankan tugas domestic dan tugas public memang
menjadi beban bagi para perempuan, itu karena ''KITA MEMANG BISA
''menjalankannya.
Cecak yang hidupnya didinding dan hanya merayap kian kemari menjadikan
nyamuk yang lincah sebagai makananya, namun hingga hari ini tidak ada
satu Koran atau TV manapun didunia yang memberitahukan Cecak mengadakan
aksi demo untuk menolak itu, kenapa?
Jawabannya mudah saja ''Karena memang cecak Bisa ''
untuk hidup seperti itu.
Ibu atau lebih tepat peranan perempuan memang bisa dikatakan multy
fungsi, multy job dan multy segalanya deh.... Tapi sebelum itu pasti
sudah ada bekal yang disiapkan oleh Sang Kuasa walaupun kadang kita
menyadari kita punya bekal itu bukan sebelum peran itu datang namun saat
peran itu dijalankan, sehingga acapkali dalam menjalankan itu kita
menggunakannya dengan metode try and error. Tapi akhirnya tetap bisa
saja juga kan?
Yang penting barangkali saat ini adalah suatu penyadaran bagi para
perempuan bahwa mereka memang istimewa, karena ibarat pegawai dalam
suatu struktur perusahaan kita mempunyai beberapa jabatan sekaligus, ya
manejer, ya bagian pemasaran, bagian keuangan bahkan sekaligus OB dan
cleaning service (hebat kan?) Dan untuk semua jabatan itu kita diminta
menghasilkan prestasi yang maksimal.
Lalu caranya ? yaa... pertama harus yakin dulu bahwa 'Kita memang bisa
'' karena tanpa ada keyakinan itu tidak akan ada semangat untuk
menjalankannya malah yang akan muncul adalah perasaan tidak adil, kenapa
perusahaan yang sebesar ini terlalu pelit untuk menggaji banyak orang
untuk berbagai jabatan yang kita pegang. Itu mah gawat. Karena kita
memang tidak bisa mengelak dari kenyataan. Tapi positifnya adalah kita
orang yang paling banyak menerima gaji dari kantor, lihat saja binar
bintang dimata anak-anak, luapan cinta dimata pasangan,kekaguman dari
banyak pihak, genggama terimakasih pasein (bagi perawat dna dokter atau
semisal itu ) dan yang terpenting Kunci pintu surga ada ditelapak kaki
kita. (lalu nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan? Ar-rahman) Jadi
lebih baik segera bekerja,susun schedull dan jadwal untuk melaksanakan
semua itu secara baik, harus disadari bahwa kita bukan Superman
(superwomen) yang bisa mengerjakan semua sekaligus, ada waktu dimana
kita harus mendahulukan yang lain tapi bukan berarti meninggalkannya
satupun. Jadwal ini mesti ditepati dengan baik.
Lalu bersikaplh Ikhlas, artinya kerjakan semuanya dengan penuh Cinta,
karena Cinta adalah kekuatan ajaib yang tidak bisa digantikan apapun,
ikhlas menerima hasil kerja tanpa berusaha menyalahkan diri sendiri
apalagi orang lain adalah langkah penting menuju kebahagiaan. ***


*******************************
He he he ..kadang bicara memang mudah ya teman, tapi menjalankannya
sangat sulit, bagiku awal aku menjadi Ibu juga merasakan sangat
kesulitan, apalagi seorang Ibu yang harus menjawab Tanya mata anaknya
kenapa hanya ia hanya memiliki BUnda, kenapa tidak ada lelaki dewasa
yang dipanggilnya Ayah.
Sangat sulit.....karena sebagai seorang pekerja yang jam kerjanya
terkadang 24 jam sehari dan tidak ada tanggal merah di kalender aku juga
harus membayar gaji dari perusahaan dengan pengabdian yang setimpal.
Diluar itu, sebagai bagian dari masyarakat, terutama masyarakat yang
tinggal di kota kecil dan masih tradisional tuntutan masyarakat dan
pandangan masyarakat bagi seorang perempuan tanpa suami sangat berat,
belum beban amanah yang dari dulu sepertinya sudah ditakdirkan bagi
keluarga besar semakin membuat aku tidak bisa menampakkan muka sedih
apalagi hancur.
Tapi dalam kesulitan itu, waktu membantu ku melewatinya, apalagi dalam
perjalanan terlalu banyak kemudahan yang dijumpai dalam belitan
kesusahan, so..yang terpenting ' karena aku memang bisa '''

************************************

Salam Manis

Tidak ada komentar:

Facebook