Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 April 2010

Pemuda Jujur

Suatu sore seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan membelu 4 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman untuk dinikmati bersama kekasihnya dibawah sinar rembulan yang romantis.

Dan ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam goreng yang didapatnya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 900ribu.
Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.


Pemilik restoran meraga kagum atas kejujuran si pemuda dan menanyakan namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentang si pemuda ini. Ia akan menjadi pahlawan sebuah contoh kejujuran dan moral yang akan mengilhami yang lain.

Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya " Kekasihku sedang menunggu, aku hanya ingin ayam goreng"
Pemilik restoran semakin kagum atas sikap si pemuda yang begitu rendah hati, ia memohon agar diijikan menceritakan kejadian itu kepada wartawan. Pada saat itulah si pemuda menjadi marah dan meminta ayam gorengnya.

Aku tidak mengerti kata pemilik restoran. Anda adalah satu satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur. Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon beritahu nama anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu ???

Itulah masalahnya kata si pemuda "Istriku ada dirumah. Wanita di dalam mobil itu adalah kekasih gelapku. Sekarang berikan ayam gorengku agar aku dapat pergi dari sini"

Saudaraku mudah untuk terlihat baik di depan orang orang yang tidak mengenal kita . Banyak diantara kita yang melakukan perbuatan baik disana sini, pergi ke tempat ibadah, berkata salam yang indah " Alhamdulillah, Haleluya, Puji Tuhan, Namo Budhaya dsb dan semua orang mengira kita adalah sosok ideal, yang sebenarnya tidak demikian.

Yang terpenting adalah apa yang ada didalam hati kita. Tidaklah penting berapa banyak hal yang kita perbuat atau apa yang orang lain tau tentang kita. Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukai kita atau supaya orang lain kagum pada kita.

Mari kita lakukan sesuatu untuk diri kita sendiri dahulu yang akan menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Karena pada dasarnya kita sebagai manusia tidak ada yang sempurna....

Salam
wendy
Komunitas Single ParentDibuat untuk mendukung milis indosingleparent@yahoogroups.com

Rabu, 28 April 2010

Bicara bagaikan perak, Diam bagaikan Emas

Ini berasal dari bahasa Inggris yaitu: Speech is silver but Silence is golden.
Seperti halnya emas lebih berharga daripada perak,
Lebih sering Kita lebih baik diam dari pada bicara
Jika hanya akan bikin tambah kisruh.
Namun dalam situasi tertentu adakalanya juga
Kita lebih baik bicara dari pada diam saja,
Dari pada diam membisu, hehe.
Sesuaikan dengan situasi Dan kondisi saja.
Semakin bijak seseorang maka semakin tau juga dia,
Kapan perlu diam Dan kapan perlu bicara.

Semoga Kita Dan saya semakin bijak menyikapi persoalan yang Ada...
Salam
Wulan

Komunitas Single ParentDibuat untuk mendukung milis indosingleparent@yahoogroups.com

Ku hanya seorang manusia biasa

Ketika kita gusar, kita sering kali berfikir dunia ini ga adil... Dunia ini penuh kebohongan, dunia ini selalu penuh pengkhianatan, penuh dengan kesedihan...

Tidakkah kita sadar jika kita hanya seorang manusia yang sering melakukan kesalahan?

Kita manusia gudangnya kesalahan, Allah akan mengampuninya apabila kita bertobat, dan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama... Amiiinnnn..

Kita sadar betul hanya Tuhanlah yang Maha Benar.

Seringkali kita merenung knapa kita dipersulit untuk melakukan sesuatu?

Tidakkah kita sadar jika Allah tidak merestui, maka apa yang kita lakukan sekeras apapun niat kita untuk melakukan segalanya tidak akan pernah terjadi?

Oleh karena itu mintalah selalu ridho kepada Allah, agar Allah meridhoi apa yang akan kita kerjakan. Sebab jika kita sudah mendapatkan ridho-Nya, maka Insya Allah semuanya akan gampang dan lancar dalam menjalaninya... Amiinn..

Berhentilah menyalahi masa lalu, berhentilah untuk menyesali apa yang sudah terjadi... Jika itu nasib, kita bisa merubah nasib... Tapi apabila itu takdir, harus bisa kita terima dengan lapang dada...

Sosonglah hidup ke depan yang penuh harapan... Hari ini harus lebih baik dari kmarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini... Hayoooo, kita pasti bisa...

Lupakanlah luka2 di masa lalu kita, songsong kehidupan yang jauh lebih baik dari kmaren..

Allah tidak pernah salah dalam memperhitungkan rejeki untuk anak2 yang dititipkan kepada kita...

Anak2 kita adalah titipan Allah, yang patut kita pertanggung jawabkan di akhirat...

Dan doa2 anak kitalah, doa anak yang sholeh yang nantinya akan menolong kita dalam dunia setelah kita meninggalkan dunia fana ini...

Hayoooo, kita pasti bisa mendidik anak, membesarkan anak. Jangan pernah menyerah dan jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi...

Allah tidak pernah tidur, dia akan mendengarkan keluh kesah kita ktika kita mengadu kepada-Nya, dan memohon ridho-Nya...

Allah tidak akan memberi apa yang kita minta, tapi Allah akan memberi apa yang kita butuhkan...

DiscHo

Komunitas Single ParentDibuat untuk mendukung milis indosingleparent@yahoogroups.com

Secangkir kopi Asin

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si Gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si Gadis. Sedangkan si Pria sebetulnya tampil biasa saja Dan tak Ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si Gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si Gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si Pria itu, si Gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si Pria sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup lama, Dan akhirnya si Gadis mulai merasa tidak nyaman Dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?!?".

Namun, tiba-tiba si Pria meminta sesuatu pada sang Pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si Pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya Dan meminumnya. Si Gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?", si Pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin Dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.

Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana."

Begitu berkata kalimat terakhir, Mata si Pria mulai berkaca-kaca, Dan si Gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si Gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa IA rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya Dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si Gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, Dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si Gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli .. Betul-betul seseorang yang sangat baik. Si Gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung Ada kopi asin!!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, si Gadis menikah dengan si Pria Dan mereka hidup bahagia selamanya, Dan setiap saat si gadis membuat kopi untuk si Pria, IA membubuhkan garam di dalamnya, karena IA tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si Pria meninggal dunia, Dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... Tentang kopi asin. Ingat sewaktu Kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi Kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh Dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, Dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.

Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi Dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”

Air Mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian Hari bila Ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin, "Rasanya manis !! "

Kadang Anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan Cinta Dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.

Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah, nikmatilah dengan tanggung jawab Dan rasa syukur. Apapun kelebihan Dan kekurangan pasangan anda, kalau Anda tengah mulai punya pasangan terimalah kekurangan-kekurangan pasangan Anda dengan bijaksana.

Regards,
DiscHo


Komunitas Single ParentDibuat untuk mendukung milis indosingleparent@yahoogroups.com

Kebencian vs Cinta kasih

Kebencian tidak akan pernah berakhir jika dibalas dengan kebencian. Ia hanya akan berakhir jika diselesaikan dengan cinta kasih. Lupakanlah orang yang pernah menyakiti Kita, dengan itu, Kita bisa mengosongkan energi negatif itu dari ruang hati sehingga ia bisa diisi dengan hal-hal positif Dan konstruktif.


Dunia ini terlalu sempit bagi orang yang memiliki banyak musuh. Karena ke sudut mana pun ia pergi, ia akan terus bertemu dengan orang yang tidak disukai. Jika situasi Dan kondisinya seperti itu, kemanakah gerangan ia harus berdiri? Tidak Ada satu tempat pun di kaki bumi mau pun di langit yang bisa menyewakan tempat aman, bebas dari orang-orang yang dibenci


Sebagai seorang yang berpikiran positif, Ada baiknya semua pihak merenungkan makna hakikat kehidupan Dan eksistensinya di bumi ini.
Terlebih lagi jika Kita seorang entrepreneur yang sejatinya harus membina relasi dengan banyak pihak agar ekspansi Dan eskalasi usaha Dan korporasi Kita bisa meningkat berdasarkan deret ukur. Semua pihak harus dirangkul. Tanpa itu, mustahil kesuksesan yang sesungguhnya akan dapat diraih.

Kerugian ‘Memelihara’ Kebencian

Jika Ada pihak yang pernah melukai Kita, ingatlah bahwa mungkin ia tidak sengaja melakukannya. Mengapa Kita membawa beban itu kemana pun Kita pergi? Apakah hal itu akan dibawa sampai mati? Bukankah energi yang terkuras untuk itu berakhir sia-sia tanpa laba?

Sesungguhnya, terdapat sederet panjang kerugian yang menghampiri seseorang yang menyimpan Dan memelihara kebencian itu. Ruang afeksi yang seyogyanya berisi karakter positif, konstruktif, simpatik Dan empatik terpaksa tidak berdaya menerima desakan dahsyat dari energi negatif-destruktif (baca: kebencian) yang terus menerus membombardirnya setiap Hari.


Hati menjadi pasif Dan antipati. Sensitivitas hati berangsur lenyap secara berkala. Humanitas terhadap sesama menguap. Jika sudah demikian, peran hati yang sejatinya penuh kasih untuk berbagi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Hati menjadi mati, walau pun pemilik fisiknya masih hidup. Akumulasi dari terabrasinya hati ini lambat laun akan membuat sang pemiliknya menjadi manusia yang apatis, negatif, pasif, abusif, agresif Dan sensitif.


Ruang pergaulannya menjadi semakin menyempit. Padahal ruang itu seharusnya semakin diperlebar dari Hari ke Hari. Karena disanalah transaksi relasi sosial Dan bisnis terjadi.

Balas dengan Cinta Kasih

Ada sebuah contoh menarik mengenai bagaimana seharusnya kebencian itu dibalas. Nelson Mandela, sang legenda Afrika Selatan, telah memberikan contoh bagaimana kebencian itu harus dibalas. 18 tahun ia dipenjara oleh musuh politiknya di negeri kulit hitam itu. Ia dituduh dengan dakwaan palsu. Dijebloskan ke penjara dengan pasal penuh rekayasa.

Namun, ketika ia keluar dari balik terali besi, ia melupakan peristiwa itu Dan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Afrika Selatan, Dan ia menang!
Ia adalah presiden pertama di negeri tandus itu yang dipilih secara demokratis.

Pernyataan pertama yang disampaikan oleh panglima tentaranya setelah ia dilantik menjadi presiden adalah ia siap menangkap petinggi tentara yang menjebloskan sang presiden ke penjara jika diperintahkan. Sang presiden murah senyum itu pun menjawab tidak perlu. Biarlah hal itu menjadi catatan sejarah hitam yang pernah terjadi pada dirinya. Rakyat yang akan menilai perjalanan hidup politik siapa yang layak diteladani Dan tidak. Ia tidak mau menghukum.


Sang presiden telah mengajarkan kepada dunia bahwa kebencian itu tidak pantas dipelihara karena ia akan menjadi siklus yang tidak pernah akan berakhir.
Biarlah ia dibalas dengan cinta kasih agar semuanya berjalan dengan lebih menyenangkan.


Siapkah Kita menebarkan cinta kasih kepada mereka yang membenci?

Komunitas Single ParentDibuat untuk mendukung milis indosingleparent@yahoogroups.com

Senin, 26 April 2010

Bersyukur dan bahagia

Selalu bersyukur akan membuat kita bahagia. Beberapa cerita berikut ini menggambarkannya...

Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada sopir pribadinya, "Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?" Si sopir menjawab, "Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai." Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa
begitu yakin?"

Supirnya menjawab, "Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan".

Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang
dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang. Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki kita tak pernah menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya". Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.

Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi." Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu." Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga."


GBU

Ruth




Komunitas Single ParentDibuat untuk mendukung milis indosingleparent@yahoogroups.com

Sabtu, 24 April 2010

Kita tak bisa menghentikan hujan atau menutup terik matahari dengan awan,
Tapi kita bisa menggunakan payung!

Kita tak bisa merubah arah angin namun kita dapat menyetir layar perahu

Kita tak mungkin mencabut semua duri-duri di semua jalan
namun kita bisa mengenakan alas kaki yang tebal!

Kita tidak bisa menutup mulut semua orang namun kita bisa belajar tuli.

Kita tidak perlu susah-susah merubah keadaan,
dan tak perlu buang waktu merubah orang lain.

Yang perlu kita ubah adalah
hati kita. Kalau hati berubah, keadaan akan berubah!

Kalau hati menjadi baik,
ucapan dan perilaku akan menjadi baik,
Tak perlu mendesak orang menjadi baik, orang-orang
akan menjadi baik dengan sendirinya.. .

Regards,
DiscHo


Komunitas Single ParentDibuat untuk mendukung milis indosingleparent@yahoogroups.com

Facebook