Senin, 18 Mei 2009

Elang, Kelelawar Dan Lebah



 


 
Elang, kelelawar Dan Lebah
.
  • Elang.
    Bila Anda menempatkan seekor elang dalam satu sangkar berukuran 1.80 x 2.40 m2 sedangkan atasnya sama sekali terbuka, burung itu, walaupun mampu terbang,
    Akan tetap tinggal sebagai burung dalam kurungan. Pasalnya adalah bahwa seekor elang kalau akan mulai terbang dari atas tanah, IA akan berlari dulu sejauh
    3.00 sampai 5.00 meter, sebelum IA terbang ke angkasa.
    Tanpa ruang untuk berlari, yang memang menjadi kebiasaannya, IA bahkan tidak akan berusaha sedikitpun untuk terbang, melainkan tetap menjadi tawanan seumur
    Hidupnya dalam suatu sangkar tanpa tutup di atasnya.
  • Kelelawar.
    Kelelawar yang biasa berterbangan kian-kemari di malam Hari. Ia merupakan seekor binatang cekatan Dan gesit. Namun iapun tak dapat terbang dari suatu permukaan
    Yang rata. Bila IA ditempatkan di lantai atau tanah yang datar, satu-satunya yang IA dapat lakukan adalah menyeret kakinya bila bergerak, sama sekali tak
    Berdaya, Dan mungkin juga mengalami kesakitan, sampai IA mencapai suatu tempat dengan ketinggian di mana IA dapat take-off ke udara dengan cepat.
  • Lebah.
    Seekor tawon besar, bila di masukkan dalam sebuah gelas minum yang terbuka dari atas, akan selalu berada di tempat yang sama sampai dia mati, kecuali bila
    Dikeluarkan dari tempat itu. Ia tidak pernah menyadari bahwa bagian atas yang terbuka itu merupakan jalan keluar menuju kebebasan. Sebaliknya, IA selalu
    Mencari jalan keluarnya melalui bagian samping, dekat dengan alasnya. Ia selalu berusaha untuk mencari jalan keluar yang tak pernah Ada, sehingga IA akhirnya
    Menghancurkan diri sendiri. 
     
Sahabat, seringkali manusia di dalam banyak hal, manusia seperti elang, kelelawar atau lebah. Kita senantiasa bergumul dengan masalah-masalah Dan keputus-asaan Kita, Dan tidak
Pernah sadar bahwa apa yang Kita perlukan adalah hanya menengadah ke atas.
 
Dan kita dapat mengerjakan sesuatu yang luar biasa dengan melakukan sesuatu yang biasa namun penuh dengan Cinta.

Jadi....'Curahkan seluruh diri mu hanya untuk Hari ini. Tentang esok, serahkan kepada Tuhan'
 

 
 

 
.

__,_._,___

Attachment FGD - silakan, monggo.....:-)



 




____________________________________________________________________________________________________________________________________________


PENDAHULUAN

 

Forum Group Discussion adalah salah satu program yang disediakan khusus untuk para single parent yang telah bergabung di milis ISP tercinta ini.

Program ini diadakan untuk menjadi wadah/tempat konsultasi, curhat, sharing sesama member milis ISP sekaligus tatap muka dengan nara sumber yang akan membagi  pengalamannya selama menjadi single parent.

 

 

TUJUAN

 

  • Untuk memberikan gambaran, penjelasan, pencerahan dan informasi yang efektif dan berguna mengenai problema perceraian.
  • Untuk membantu menganalisa dan memberikan solusi yang baik atas problema yang terjadi seputar pasca perceraian maupun yang sedang menghadapi perceraian.
  • Memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkonsultasi langsung dengan nara sumber.

 

 

TEMA ACARA

 

♦♦ Santai & Terbuka ♦♦

 

 

PELAKSANAAN

 

  • Waktu                          : 1x seminggu (setiap hari minggu)
  • Jam                              : 11.00 s/d 15:00 WIB
  • Tempat             : Rumah Mba Reggy Lawalata

                                                  Jl. Latuharhari - Menteng

 

 


 

Note: Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah dan akan diinformasikan melalui email.

 

 

 

 

PEMBICARA & NARA SUMBER

 

Reggy Lawalata

 

 

TOPIK DISKUSI, diantaranya:

 

  1. Jika Perceraian menjadi Solusi

Pada saat kita dihadapkan dengan situasi rumah tangga yang mulai buruk dan hubungan dengan pasangan menjadi sangat tidak baik. Bahkan jalan satu-satunya hanyalah Perceraian. Tentu akan banyak problem yang dihadapi. Apa saja dan bagaimana mengatasi situasi ini. Hal ini yang akan dibahas dalam topik diatas.

  1. Menghadapi Sidang perceraian
    Problem-2 yg dihadapi pada saat menghadapi sidang dari mempersiapkan mental, hak asuh anak, dll.
  2. Problem Pasca Perceraian
    Problem yg dihadapi setalah bercerai, misalnya; aspek psikologi orang tua (ibu/ayah) setelah perceraian, bagaimana cara  mengatasi dirinya dari rasa kecewa, marah, sedih dll.
  3. Menjadi Single Parent
    Mempersiapkan diri menjadi Single parent, mis: bagaimana menjalin hubungan dengan mantan, keluarga dll.
  4. Problem Anak bagi orang tua single
    Masalah yg dihadapi anak korban perceraian orangtuanya dan anak yang ditinggalkan orang tuanya karena meninggal dunia..
  5. Menikah kembali
    Ada diantara kita kemungkinan yang masih mempunyai keinginan menikah kembali.Tetapi ada banyak hal yang harus dipikirkan dan untuk langkah ini apa saja kendalanya dan bagaimana menghadapinya.

 

Masih banyak lagi topik yang  akan dibahas mengenai single parent ini dan dengan senang hati kami menerima ide dan saran yang berhubungan dengan program ini.

 

 

BIAYA

 

              Ooo  GRATIS ooO

 

            (untuk lunch & snack akan diadakan potluck)

 

 

 

 

 

 

RUNDOWN ACARA

 

10:30   - 11:00             Registrasi

11:00   - 11:05             Pembukaan

11.05   - 11:20             Ice Breaking & perkenalan

11.20   - 12:00             Diskusi

12:00   - 13:00             - Lunch break -

13:00   - 14:30             Diskusi

14:30   - 14:40             Report & Penutup

14:40   - 15:00             Foto Bersama

15:00                           Selesai                                                                         

 

 

Bagi yang berminat dan ingin mendaftar silahkan isi form pendaftaran terlampir berikut ini.

 

CATATAN PENTING

 

Acara ini khusus untuk para orangtuanya dan kami sangat berterima kasih sekali bila tidak membawa anak-anak bagi yang mengikuti acara ini.

 

 

 

KONTAK

 

Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

 

  1. Yuli Damayanti : yulie_dm@yahoo.com

                        (Tlp. 99333647)

  1. Marliati (Tuti)               : marliati@yahoo.com

  (Tlp. 08121035904)

 

 

 

 

 

Ooo  TERIMA KASIH ooO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FORM PENDAFTARAN

 

 

Nama                           :

Alamat                         :

Tlp.                              :

Topik yang dipilih         :

 

 

 

Mohon diisi dan di email kembali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


.

__,_._,___

WARNING : Hati - hati yang mempunyai putra/putri.



 


 
 

 


 FYI,

Hati hati untuk orangtua yang punya putra/putri


Ini adalah kisah nyata yang terjadi dikota Pekan baru, tetangga propinsi Sumatera barat.

Beberapa saat yang lalu seorang ibu yang merupakan Istri seorang dosen di Kota Pekan baru telah kehilangan anak laki-lakinya berusia be lia .
Kira-kira umurnya 8 hingga 9 tahun ( kelas 2 SD) Anak itu berparas cukup ideal sehat dan pintar.

Setelah seminggu hilang dengan segala upaya dicari tetapi tidak membuahkan hasil. Limabelas hari Kemudian salah seorang dosen lain yang merupakan teman dari suaminya melihat seorang anak dengan pakaian lusuh compang camping dan telah menjadi pengemis yang Fakir dan papa. Teman dosen itu melihat anak yang dimaksud di salah satu kotabesar di Jepang. Dia kaget dan mengira-ngira rasanya dia pernah lihat anak itu.
Akhir kata dia ingat, itu adalah putra teman yang seprofesi dengan nya di Pekan baru.

Kemudian dengan segera dia menelpon ke Pekan baru dari Jepang. Ternyata benar anak itu adalah anak temannya. Singkat cerita anak itu akhirnya diboyong kembali ke Indonesia . Alangkah gembiranya si Ibu ketika tahu anaknya akan kembali. Tapi apa yang terjadi??? Anak itu memang bisa pulang dan bertemu dengan kedua orangtua nya tetapi tidak bisa lagi bicara karena telah kehilangan lidahnya yang sengaja dipotong supaya tidak bisa memberikan informasi. Apa yang terjadi dengan anak itu?? Setelah diperiksakan ke dokter ternyata salah satu ginjalnya telah diambil secara paksa melalui operasi untuk di jual kepada yang membutuhkan.

Alangkah malangnya nasib anak itu, setelah ginjalnya di ambil dia harus kehilangan lidahnya agar tidak bisa dikorek informasi darinya.
Dan ibu si anak sangat stress dengan kejadian ini. Dimana hati nurani orang yang telah berbuat zalim ini. Dia dapat keuntungan dari menjual dan mencuri ginjal tetapi balasanya dia menuntut untuk memotong lidah anak yang telah diambil ginjalnya tadi. Ini pelajaran buat kita semua untuk hati-hati terhadap anak-anak kita.
Jangan sekali-kali lepas dari perhatian kita. Apalagi ketika membawa mereka ketempat keramaian seperti pasar dan mall serta tempat wisata lainnya..

Kemudian kalau anak-anak tersebut pergi ke sekolah sebaiknya ada kakak atau temannya yang menemani kalau orangtuanya tak bisa.

Semoga kisah pilu ini tidak terjadi pada keluarga kita. Dan semoga orang zalim seperti itu mendapat ganjaran yang setimapal. Kok ada manusia yang begitu zalim didunia ini. Mulanya saya mengira hanya adadi film dan sinetron.



Dr. Leo Marcelinus Handoko HP., SpKJ, MSc
Psychiatrist & Consultant of Nerve Revitalization

Di copas dari Milis Femina.

Tolong disebarkan untuk teman2 yang lainnya.



"Innama almu'minuuna ikhwatun....."

__._,_.___
.

__,_._,___

Cinta...

 



 

Untuk semua yang pernah merasakan cinta....

1. Cinta itu seperti kupu-kupu
Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya.
Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya.
Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.

2. Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang.
Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

3. Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli.
Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada.
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya.
Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.

Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya.

4. Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Maafkan aku".
Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini".
Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok".
Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".

5. Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama.
Tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

6. Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan.
Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.

7. Caranya jatuh cinta:
Jatuh tapi jangan terhuyung-huyung.
Konsisten tapi jangan memaksa.
Berbagi dan jangan bersikap tidak adil.
Mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut.
Sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

8. Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain. Tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.

9. Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.

Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi.
...Biarkan dia pergi...

10. Kadang, Tuhan yang mengetahui yang terbaik,akan memberi kesusahan untuk menguji kita.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa...ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

11. Mengapa menunggu ?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

12. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang tepat, daripada memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang terbaik, daripada memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai dan mencintai kita, karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah.
Karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya...Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

.

__,_._,___

Anda adalah Anda

 

 


Anda adalah Anda

Jika ada satu teori yang sangat saya mutlakkan kebenarannya, adalah premis dari Rasulullah SAW, bahwa MUSUH TERBESAR MANUSIA ADALAH DIRINYA SENDRI.

Karena hanya diri saya sendiri, hanya mengatakan bahwa saya tidak pantas mendapatkan perlakuan yang baik dari kekasih saya.

Karena hanya diri saya sendiri yang terus mencari-cari saat, kapan kekasih saya akan menyakiti, lalu ia akan berkata, “Nah! Apa saya bilang.”

Karena hanya diri saya sendiri, yang menghujat terus menghujat kegagalan saya mencapai target pekerjaan hari ini.

Karena hanya diri saya sendiri, yang berteriak kencang bahwa saya tidak akan pernah menjadi istri yang baik.

Karena hanya diri saya sendiri, yang tak berhenti memarahi saya sebab tak juga mencapai ekspektasi profesi yang direncanakan.

Karena hanya diri saya sendiri, yang memaki-maki bahwa seumur hidup, saya tidak akan menjadi ibu yang penyayang dan tidak akan ada keluarga yang hangat untuk saya.

Karena hanya diri saya sendiri, yang menyatakan bahwa hidup saya akan dihabiskan secara ironis dengan melupakan impian dan secara heroik akan mengorbankan diri untuk kepentingan orang lain.

Karena hanya diri saya sendiri, yang terang-terang meledek bahwa sikap kaku dan dingin saya sifatnya permanen..

Karena hanya diri saya sendiri, yang menguak kembali satu persatu alasan mengapa saya pantas dikhianati.

Karena hanya diri saya sendiri, yang bisa mengemukakan dengan begitu seringnya penjelasan-penjelasan logis dan rasional yang akan bulat-bulat saya telan, dan percaya pada semua hal diatas.

Tapi di satu titik ada rasa marah dan muak yang luar biasa terhadap setan di kepala, dan saya sadar semuanya hanya masalah frekuensi.

Penjelasan rasional dan logis tidak selalu tunggal. Di kala ada penjelasan negatif, ada juga penjelasan positif. Mata uang selalu punya dua sisi.

Di kala saya bilang saya tidak akan punya keluarga yang hangat karena saya dibesarkan dalam keluarga yang dingin, sebenarnya saya bisa menjawab, ”Setiap orang punya kesempatan untuk merubah hidupnya.”

Di kala saya bilang saya tidak akan menjadi ibu yang baik dan keluarga yang hangat hanya ilusi, sebenarnya saya bisa melawan, ”Mengapa tidak bisa? Saya bisa belajar bersikap hangat, belajar memasak, belajar mengurus anak, belajar caranya belanja. Bukankah yang terpenting adalah memandang masa depan dengan solusi, bukannya meratapi masa lalu?”

Dan di kala saya bilang saya tidak pantas mendapat perlakuan sebaik ini dari kekasih saya, sebenarnya saya bisa dengan lantang berkata, ”Salah besar. Saya pantas. Karena saya memang berharga.”

Stephen J.Losier, Stephen Covey, Rhonda Byrne, Karim Hajee, Erbe Sentanu dan Rasulullah – yang sudah mendahului mereka semua dalam berteori – berkata benar bahwa karakter adalah masalah habit (kebiasaan). Kebiasaan mengulang pikiran negatif, akan menghasilkan karakter serupa. Sejalan dengan itu, kebiasaan mengulang pikiran positif, akan menghasilkan karakter yang optimis.
(Dari sebuah Milis)
.

__,_._,___

Pelajaran berharga..[My true story]

 

 


Jumat, 15 may 2009 jam 11.00 am

Dalam perjalanan (mw betulin scanner rusak), hp saya bunyi dan ternyata dari rumah, orang rumah bilang ;

"Bu, ada telepon dari rumah sakit, kakak (anak sy yg paling besar) masuk rumah sakit di pinggir toll (asumsi saya siloam graha medika) sekarang ada di ugd, gawat keadaannya. Ibu disuruh telp ke dokter yang menangani kakak, ini hpnya 08174978949"

Astaghfirullah haladzimmmmmmm
Deggg, jantung sy berhenti seketika, dengkul lemess, antara mikir dan panik "kok jam sekolah anak saya malah keliaran di jalan?? Apa dia bolos? Apa dlm perjalanan dari tempat olah raga (jumat mata pelajaran pertama kakak adalah olah raga di lapangan yg jaraknya kira2 7km dari sekolah) dia mengalami kejadian buruk" sy langsung telp nomor 08174978949, dan diangkat oleh laki2 diujung telepon.

"Bu, kakak anak ibu mengalami kecelakaan dan keadaannya kritis, perlu segera dioperasi, karena kepalanya terkena benturan keras dan dia tidak sadar sekarang, kakinya juga luka parah sehingga ada kemungkinan diamputasi"

La Illa'ha Illalahhhhh
Hwaaa.. Sy lgsg nangis bombay, agra, jaipur, india, membayangkan keadaan kakak my sunshine, my love of my life and my everything, terkapar tak sadarkan diri di rumah sakit, serta kakinya luka parah secara dia gilaaaaaa main basket....
Masyaallahhhhh
Sambil nangis meraung-raung, saya tanya dokter gadungan itu ;

"Dok, mana gurunya anak saya.. Kan harusnya dia di sekolah...."

"Bu, ibu segera ke sini, nanti polisi akan menjelaskan semuanya, sementara saya yang bertanggung jawab terhadap anak ibu sekarang dan saya akan segera melakukan operasi"

Persis kaya di sinetron saya bilang;
"Dok, tolong selamatkan anak saya... Tolong lakukan yang berbaik ya dokkkkk"

"Pasti bu, saya akan melakukan yang terbaik, sementara itu ada alat (udah ga inget alatnya namanya apa yg jelas salah satunya untuk menyangga kakinya) yang harus segera dibeli di apotik (apaa gt namanya), saya sudah pesan tapi apotik perlu tau siapa yang bertanggung jawab"

Ya Allah... Ya Rabb,
Sambil teuteuuuub nangis bombay jaipur agra india, gw rada mikir; kok rs sebesar siloam masih perlu ambil barang dari apotik luar ya??

"Dok, saya ga bisa konsentrasi, apa bisa dokter toloooong katakan pada pihak apotik bahwa saya yang bertanggung jawab dan biaya akan saya selesaikan setiba saya di rumah sakit?"

"Bu, ibu tenang, jangan panik, saya akan lakukan tugas saya menolong anak ibu, dan ibu juga haruas tolong saya untuk menghubungi apotik ini nomernya, tolong bilang pesanan dari saya dokter santoso 02150293532"

Segeraa tanpa tunggu sy telp apotik, apapun saya kerjakan asal anak saya dapat penanganan cepat.... Di sana dijawab oleh perempuan yang kemudian menghubungkan saya dengan dokter, sempet mikir; kok dokter di apotik seh??? Apa ga salah... Tapi namanya panik dan kepikiran my sunshine, my love, my everything..

"Pak, saya mau informasikan bahwa pesanan alat dari dokter santoso untuk kakak anak saya, saya yang akan menanggung semua biayanya"

"Begini bu, alat sudah saya siapkan tinggal berangkat, tapi tidak bisa keluar sebelum ada pembayaran, apa ibu bisa transfer supaya bisa segera diantar"

Ga pikir panjang saya sanggupi mentransfer 14jt supaya alat segera dibeli, sutra lah, mau ga makan ga apa2 yang penting my sunshine, my love of my life, my everything bisa tertangani dengan baik... Duit bisa dicari (lagi ama bapaknya... Hehe)

"Mohon ibu transfer ke bca rek no 5890136348"

Setelah nutup telpon, sopir saya bilang ; bu, apa ibu ga sebaiknya telp sekolah kakak... Takut ntar ibu ditipu... Wahhh bener juga si nanang, sy lgsg telp sekolah kakak, guru yang angkat juga ikut panik, kok pihak sekolah ga tau, dia ngibrittt tergopoh-gopoh naik ke kelas kakak buat manggilin kakak....

And there's my sunshine the love of my life my everything... Bilang ;

"Ma... Kenapa"
Alhamdulillahi rabbil alamiiiiiiiinnnnnnnn
Ya Allah.......
"Ya Allah kak....... Kamu ga apa-apa ya..."

"Ga papa kok ma"

"Aduh kak.. Tadi mama hampir ditipu orang dibilang kamu kecelakaan"

"Aku ga papa kok ma"

"Ya udah kak.. Belajar lagi sana nak..ati-ati ya kak"

saya ngobrol sama kakak sambil nangisssssssss bahagiaaaaaaaaa
Alhamdulillah ya Allah... Engkau telah melindungi anakku buah hatiku matahariku cintaku............

Legaaaaaaaa
Langsung saya telp si dokter gadungan saya bilang ;

"Maaf kamu tidak berhasil menipu saya karena saya sudah bicara dengan anak saya dan dia alhamdulillah sehat wal afiat tidak kurang satu apapun...."

Semoga teman2 bisa belajar dari kasus saya ini, yang utama kalau terima kabar buruk ;
1. Jangan panik (memang tidak gampang, tapi cobalah... Krn dg tdk panik, kita bisa pikir jernih)
2. Cek ke pihak-pihak yang berkompeten, rumah sakit, guru sekolah, pihak sekolah, pelatih basket, atau siapapun yang kita kenal, yang kita tau pada saat yang bersamaan orang itu bersama anak kita.
3. Jangan putus berdoa, mohon lindungan dari Allah Ta'ala.

Regards,

.

__,_._,___

Dua persepsi (dari milis tetangga)



 


Alkisah, hidup seorang lelaki yang sudah tua, terkenal sholeh dan dermawan. Ia selalu menjadi orang pertama yang tiba di mushola saat adzan selesai berkumandang. Ia selalu membantu siapapun yang kesulitan, tak peduli tua, muda, kaya, miskin, hampir seisi kampung pernah dibantunya, meski ia bukanlah orang kaya. Hidupnya sangat sederhana, tak pernah ia mengucapkan sesuatu yang buruk.

Pada suatu malam setelah selesai sholat tarawih, ia berjalan kaki pulang ke rumahnya. Saat melewati warung remang-remang yang selalu dilewatinya saat pulang, ia merasa letih.
"Assalamualaikum..maaf, saya boleh numpang duduk disini, saya lelah." kata lelaki itu.
"wa..wa..wa alaikumsalam pak haji..silakan.." para pengunjung warung itu bingung dan salah tingkah. Mereka tahu betul bahwa lelaki itu terkenal sholeh di kampung mereka. Beberapa dari mereka segera menyingkirkan botol-botol miras dari atas meja. Ada yang langsung membayar dan pergi. Ada yang pura-pura sibuk. Bahkan wanita penunggu warung cepat-cepat mengambil jaket untuk menutupi auratnya yang terbuka.
"Pak Haji tidak apa-apa?" tanya salah seorang pengunjung.
"Tidak apa-apa..cuma letih.." kata lelaki tua itu.
Tiba-tiba, "laa ilaha illallah.." ucap lelaki tua itu, tubuhnya jatuh ke samping, ke pangkuan seorang preman.
"Eh..pak haji..pak haji!"
"Lho kenapa, pak..pak..?"
Seluruh orang disitu kebingungan..tak menyangka bahwa lelaki tua yang mereka panggil pak haji itu ternyata sudah meninggal.

Berita kematian lelaki tua itu menyebar. Hanya saja diikuti dengan fitnah bahwa di akhir hidupnya, lelaki tua yang sholeh itu sedang berbuat maksiat. Semakin menyebar, semakin besarlah fitnahannya. Bahkan saat mensholati jenazahnya hanya keluaraga dan beberapa warga yang tidak percaya dengan fitnah itu yang bersedia mengikuti. Sementara para preman yang menjadi saksi kematian tidak bisa berbuat apa-apa. Kehadiran mereka saja sudah dianggap sampah masyarakat. Siapa yang akan percaya bahwa lelaki tua itu hanya numpang duduk dan tiba-tiba meninggal.

Sementara itu, beberapa waktu setelah kejadian itu, pada suatu subuh ada seorang preman kampung itu yang baru saja pulang dari warung remang-remang. Saat sedang berjalan kaki, tak sengaja sendalnya menginjak kotoran. Ia pun memaki-maki, sambil mencari-cari sumber air untuk membersihkan sendal dan kakinya. Lalu ia melihat mushola, dan langsung menuju tempat wudhu. Tak peduli ia itu adalah tempat bersuci, bukan tempat membersihkan kotoran. Setelah selesai, dipakainya kembali sendalnya. Baru beberapa langkah, jatuhlah ia terpeleset karena licinnya lantai akibat tersiram air. Kepalanya membentur ujung tembok, ia pun langsung meninggal.
Lalu, saat tibanya waktu subuh, tubuh preman itu ditemukan oleh muadzdzin. Dan langsung tersebarlah berita tentang preman kampung yang meninggal yang diduga saat hendak bertobat. Semakin lama, berita itu semakin besar, dengan penambahan disana-sini. Para warga berbondong-bondong memenuhi mushola, ingin ikut mensholatkan jenazahnya, hingga mushola tak muat lagi. Semua mensyukuri keinsafannya di saat terakhir hidupnya. Yakin bahwa kematiannya adalah syahid, pasti masuk surga.

Dari dua kisah di atas, tentu kita menyadari, bahwa kejadian itu bisa jadi terjadi di sekeliling kita. Kita langsung percaya, kita langsung mempersepsikan bahwa lamarhum begini atau begitu. Padahal bisa jadi persepsi kita sangat jauh dari kebenaran. Berhati-hatilah kita dengan persepsi, prasangka dan praduga. Karena sebagian dari persepsi, prasangka dan praduga itu adalah kebohongan.
.

__,_._,___

Single Mom :)


 


Cuma asumsi pribadi, ada kata2 yang tidak berkenan, salah dan khilaf, -mohon maaf adanya-

==================================================

Menjadi seorang Single Mom bukan suatu pilihan yang mudah, terlebih lagi bagi seorang perempuan yang menjadi Single Mom karena keadaan yang membawanya kerarah being single mom dan bukan suatu pilihan yang dipilih dari beberapa pilihan yang ada.

Kehidupan Single Mom juga, tidak lah mudah. Obstacle yang ada berupa cacian, makian, pujian tudingan selalu datang silih berganti mengisi hari-hari Single Mom.

Belum lagi tugas dan tanggung jawab Single Mom untuk bisa merawat dan mendidik anak-anak mereka supaya tidak jalan ke jalan yang salah.

Di luar itu semua, Single Mom juga seorang manusia dimana seorang Single Mom juga memiliki kebutuhan yang bersifat general sampai yang bersifat pribadi [bukan sekedar kebutuhan biologis semata] . Yang karena kesendiriannya sehingga terkadang kebutuhan itu sering, harus dan terpaksa diabaikan.

Kondisi tersebut [baca : kebutuhan seorang Single Mom baik kebutuhan general dan pribadi] menjadi celah khusus dan ruang kosong sehingga banyak intruder-intruder yang mencoba dan berusaha dengan segala macam cara untuk bisa masuk dan mengisi celah khusus dan ruang kosong itu.

Dan di karenakan oleh kondisi yang ada [baca : kebutuhan seorang Single Mom baik kebutuhan general dan pribadi] terkadang intruder itu datang dan di asumsikan layaknya sebagai seorang “Pangeran penyelamat”[ mengambil tulisan saya sebelumnya, laki-laki yang beriman seperti Nabi, berhati seperti Malaikat, berharta seperti Bill Gates, pun seorang yang rupawan]

Bahkan kadang kala kondisi yang ada di "belakang" sosok intruder [baca : “Pangeran Penyelamat”] yang datang kadang sering diabaikan, terabaikan atau dipaksa di abaikan. Parahnya lagi kondisi celah khusus dan ruang kosong milik Single Mom sering menjadi “tempat persembunyian” yang nyaman dari para sosok “Pangeran Penyelamat”.

Kenapa tempat persembunyian..? Yah namanya juga ruang kosong, ruang dimana para “Pangeran Penyelamat” bisa bersembunyi dari [konon katanya] kelelahan baik fisik maupun emosi dari kehidupan rumah tangganya, bersembunyi dari “keterpaksaannya” menikahi istri sahnya, bersembunyi dari ketidakberdayaanya menghadapi istrinya yang super, sampai dengan keinginan untuk mencari tempat nyaman lain yang lebih nyaman dari yang ada di rumah.

Dan atau seribu satu alasan lagi yang bisa di lontarkan demi bisa bersembunyi di celah khusus dan ruang kosong itu.

Dan atas nama kebutuhan, atas nama keinginan, atas nama “manusia biasa bisa (dan boleh) khilaf” maka akhirnya Single Mom pun merelakan meminjamkan, mengijinkan hak pakai, membolehkan hak inap, memberikan hak guna atas ruang kosong itu kepada si “Pangeran Penyelamat” dan sejak saat itu pun perselingkuhan di mulai dan seperti layaknya lumut yang menjamur di musim hujan, hari ke hari, waktu ke waktu, massa ke massa hak guna, hak pakai, hak inap (dan hak2 yang lainnya asal bukan hak sepatu) atas ruang kosong itu menjadi hak milik "Pangeran Penyelamat"

Dan jika perselingkuhan itu semakin melumut, menyebar seperti kanker, yang menggerogoti tubuh “Pangeran Penyelamat” lantas istri sahnya merasakan imbas negative dari “penyakit” [baca : perselingkuhan] itu dan akhirnya berakhir pada pengajuan gugatan pecah kongsi  [baca : cerai] si Istri dari “Pangeran Penyelamat” dan dikabulkannya permohonan pecah kongsi itu

[baca : cerai], lantas kalau kondisinya m’buled seperti ini? Who’s the winner and who’s the looser?

Tetapi ternyata saat si “Pangeran Penyelamat” meng-intrude- kan Single Mom pilihannya, lantas ternyata benteng pertahanan si Istri sah dari “Pangeran Penyelamat” harus jebol juga karena intruder yang datang tanpa di undang juga, [mungkin saja terjadi karena si Istri sah dari "Pangeran Penyelamat" memiliki celah khusus lagi dan ruang kosong]duh kalau seperti ini kondisinya, makin m’buled kan… Who’s the winner and who’s the looser?

Memang tidak semua Single Mom ketiban masalah seperti itu, yakin saja masih banyak Single Mom yang masih setia pada keikhlasan menjadi Single Mom, dan masih memiliki ke Ikhlasan yang tinggi untuk bisa setia pada anak-anaknya.

Namun kondisi yang hampir seragam terjadi mengakibatkan gara-gara nilai setitik rusak susu sebelanga.

Bagaimanapun juga semua manusia punya dan berhak punya kebutuhan, keinginan dan kemauan, hanya saja alangkah bijaknya kalau keinginan, kebutuhan dan kemauan kita tidak berada di atas kesedihan dan penderitaan orang lain. Tapi [paling tidak] di upayakan bisa selaras dengan kebahagian orang lain atau [paling tidak] tidak mengoyak selaput kebahagian orang lain. Klise memang, tapi [maybe] that’s the way to be the real winner.. *sigh*

salam,

Rara


__._,_.___
.

__,_._,___

Jumat, 08 Mei 2009

Kata Mereka Anak Saya Hiperaktif!

 


 


Dari Milis sebelah

Kata Mereka Anak Saya Hiperaktif!

Di sebuah sesi coffea break dalam seminar Parenting yang saya adakan, beberapa orang Ibu mendekat dan curhat tentang permasalahan yang dihadapinya.. Salah seorang ibu memulai percakapan dengan sebuah keluhan “Pak Ronal, saya kewalahan menghadapi anak saya yang tidak bisa diam. Beberapa kali saya ketemu dengan guru-gurunya yang melaporkan bahwa anak saya ketika jam pelajaran suka mondar-mandir di kelas. Tidak bisa diam”. Salah seorang ibu langsung menyambung pembicaraan “Anak saya juga sama Pak, Kata gurunya anak saya termasuk anak yang hiperaktif dan susah konsentrasi, jadinya sekarang anak saya ditempatkan di kelas khusus anak-anak hiperaktif”.

Sayapun bertanya kepada ibu-ibu tadi “Kalau nilai-nilai pelajarannya gimana Bu?” Ibu yang pertama menjawab “Nilainya bagus-bagus Pak, sering saya heran dengan Anak saya. Ketika diajarin sesuatu sepertinya dia tidak perduli, tapi ketika dua atau tiga hari kemudian saya tanyakan tentang apa yang saya ajarkan dia malah ingat dengan baik”. “Bagaimana dengan Ibu?” Tanya saya kepada Ibu yang kedua. “Ketika awal sekolah nilainya bagus Pak, tetapi semakin lama semakin menurun. padahal setahu saya anak saya termasuk anak yang baik dan nurut pada orang tua” Jawabnya dengan nada rendah.

Permasalahan yang disampaikan oleh kedua Ibu tadi adalah permasalahan yang juga dihadapi oleh banyak orang tua saat ini. Pertanyaan seperti di atas sering muncul dalam setiap sesi seminar saya. Keluhan tentang anaknya yang oleh pihak sekolah di “cap” sebagai anak yang hiperaktif, tidak bisa diam, susah konsentrasi, dan dianggap nakal.
Sebagai orang tua, sayapun dapat memaklumi bagaimana perasaan para orang tua yang anaknya cenderung dianggap memiliki ciri-ciri anak hiperaktif oleh masyarakat umum khususnya pihak sekolah. Orang tua mana yang senang jika anaknya dianggap “bermasalah” dan menjadi “sumber masalah” bagi teman-temannya? Tentu saja tidak seorang pun.

Apa yang sebenarnya terjadi adalah bukanlah karena si anak yang “bermasalah”, akan tetapi seringkali dari pihak sekolah yang tidak mengerti “masalah” yang sebenarnya. Saya yakin bahwa setiap anak manusia yang dilahirkan adalah ciptaan-Nya yang sempurna. Sempurna dengan segala keunikannya. Sempurna dengan segala kemampuannya yang beragam. Bukankah Dia berkata bahwa “Sungguh Aku telah ciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk.”

Hingga saat ini sistem pendidikan kita masih mengacu pada metode pendidikan dan psikologi yang konvensional. Sistem pendidikan kita masih menerapkan kaidah-kaidah pembelajaran yang kaku dan keliru. Anak dianggap normal ketika selama proses pembelajaran berlangsung cenderung berperilaku duduk diam (duduk manis), tidak banyak bergerak, pandangan mata selalu kedepan, tangan selalu memegang pensil atau pena, penurut, dan tekun mengerjakan sesuatu yang ditugaskan oleh gurunya. Di luar dari kriteria tersebut, anak dianggap TIDAK NORMAL atau HIPERAKTIF.

Seorang psikolog perkembangan anak dan sekaligus peneliti, Alison Gopnik, mengatakan bahwa begitu banyak pandangan-pandangan psikologi masa lalu yang sudah tidak relevan lagi dengan kemajuan pengetahuan tentang anak. Selama 30 tahun terakhir para ahli psikologi dan ilmuan peneliti otak telah berhasil menguak begitu banyak rahasia otak yang tidak terjelaskan lebih dari 70 tahun lamanya.

Dengan berkembangnya pengetahuan manusia tentang otak, apabila kita ingin melihat seorang anak itu normal atau tidak; maka acuan terbesarnya adalah pada struktur dan system kerja otak. Penggunaan aspek perilaku dalam pemberian kriteria apakah seorang anak itu normal atau tidak merupakan hal yang keliru. Perilaku setiap anak merupakan hasil dari proses berpikir dan program yang berjalan di dalam otaknya. Selanjutnya proses berpikir dan program ini sangat ditentukan oleh apa yang dilihat, di dengar, dan dirasakan anak terhadap lingkungan sekitarnya.

Dalam bukunya, Brain Child, Tony Buzan menjelaskan bahwa setiap anak dilahirkan dengan segala keunikan fisik maupun mental. Tidak ada satu orangpun di muka bumi ini yang sama persis, bahkan dua orang kembar identikpun. karena inilah setiap anak memiliki cara berpikir berbeda, gaya belajar berbeda, dan respon berbeda terhadap sesuatu yang sama.
Selama lebih dari 30 tahun terakhir kita telah banyak membongkar tentang rahasia otak anak yang menunjukkan bahwa banyak sekali anak yang dulunya dikatakan sebagai anak hiperaktif namun ternyata adalah anak Kinestetik yang cara belajarnya mengandalkan pergerakan tubuh dan eksperiment. Anak-anak yang dulu dikatakan sebagai disleksia ternyata adalah anak yang lebih dominan menggunakan otak kanannya dalam belajar, dan banyak lagi.

Saya pernah memiliki pengalaman mengikuti sebuah workshop sehari yang mengharuskan pesertanya duduk diam selama berjam-jam dari pagi sampai sore, ditempat yang tidak memiliki system pendingin (AC), mendengarkan pemateri yang berbicara sambil duduk manis di belakang meja pemateri dan membacakan materi yang ditampilkan dilayar LCD dengan nada suara yang monoton. Meski yang memberikan materi adalah seorang professor, sepanjang workshop saya duduk gelisah sambil terkantuk-kantuk.

Jika Anda ikut serta dalam workshop tersebut, seperti apa perasaan Anda? Sebagai orang dewasa, secara umum kita akan merasa gelisah, bosan, dan terkantuk-kantuk apabila duduk selama lebih dari 2 jam tanpa boleh melakukan aktifitas lainnya selain memperhatikan kedepan, mendengarkan, dan mengerjakan perintah.

Nah, Anda tentunya bisa juga membayangkan bagaimana rasanya jika seorang anak diharuskan untuk duduk selama berjam-jam disebuah kursi yang sangat keras, di ruangan yang sama sepanjang waktu dalam rentang waktu berbulan-bulan sambil dipaksa memperhatikan seorang guru yang mengajar dengan cara monoton, suara yang datar, dan tidak bersemangat. Sementara kita tahu bahwa secara fitrah, seorang anak alaminya senantiasa bergerak, penuh rasa ingin tahu, selalu tertarik dengan sesuatu yang baru meski hanya beberapa menit.

Salah satu program mendasar pada pikiran manusia adalah tertarik pada sesuatu yang menurutnya menarik, penting, dan menyenangkan. Mari kita perhatikan secara seksama. Pada situasi tertentu, seorang anak, termasuk yang dianggap hiperaktif, tidak bisa diam, dan sulit konsentrasi dapat fokus pada suatu hal dalam durasi yang jauh lebih lama dibandingkan orang-orang dewasa. Dia akan tetap di tempat untuk memperhatikan objek tersebut meskipun orang tua atau guru sudah mengajaknya beranjak pergi. Pernahkah hal tersebut terjadi pada anak atau siswa anda…? Ya! saat Anda mendapatinya sedang asyik mengutak-atik sesuatu, bermain, membaca komik kesukaannya, atau ketika Anda mengajaknya berkunjung ke kebun binatang.

Dengan demikian, pertanyaan yang seharusnya kita tanyakan adalah apakah anak yang sulit konsentrasi atau pelajarannya yang tidak menarik? apakah Anak yang tidak bisa diam ataukah gurunya yang menyampaikan pelajaran dengan gaya yang membosankan? Apakah anak yang “bermasalah” atau gurunya yang “bermasalah” karena tidak memahami tentang gaya belajar anak dan psikologi manusia? Ketty Pasek pernah berkata “Menurut saya sesungguhnya bukan anak kita yang hiperaktif, melainkan yang ada adalah sekolah yang hiperpasif.”

Selama ini sangat jarang orang tua maupun guru yang terus belajar bagaimana cara mendidik dan mengajar anak. Kebanyakan bisanya sekedar membidik dan menghajar anak. Sebagai orang yang perduli terhadap pendidikan dan masa depan anak, sebuah keharusan bagi kita untuk terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang anak. Marilah kita terus melakukan transformasi dalam metode pengajaran dan pendidikan anak sehingga menjadikan proses belajar menjadi sebuah hal yang menyenangkan dan diidam-idamkan oleh setiap anak. Sudahkah Anda belajar sesuatu untuk anak Anda hari ini?

salam smart
.

__,_._,___

Facebook