Jumat, 30 April 2010

Tadi malam, larut sudah hari melewati sisa perjalanannya.......
Noni sudah tertidur, malang melintang di tempat tidur, dengan buku di sampingnya...
Caca masih terbangun, seperti malam-malam kemarin.
Mmm.... waktu berlalu cepat, ga terasa Caca sudah begitu besar.... Malam-malam seperti ini kita sering ngobrol berdua sampai sama-sama ngantuk.
"Kita bikin jus yuk Ma" ajaknya. Jam 10 malam kita kembali ke dapur, membuat jus campuran wortel, apel dan tomat. Sambil memasukan potongan-potongan buah satu persatu ke dalam jus extractor, Caca menyalakan api kompor dan meletakkan pisau-pisau dapur satu demi satu. Setelah waktu tertentu, diasahnya pisau-pisau itu sampai betul-betul tajam. Caranya mencoba adalah dengan mengiris plastik, setelah pisau itu didinginkan. Rutinitas mengasah pisau dapur ini sudah sejak beberapa lama dilakukannya, karena melihat aku kesulitan merajang atau mengupas, karena pisau yang majal sering dibiarkan begitu saja.

Selesai pisau diasah, dan jus siap, perhatiannya teralih ke keran dapur yang terus meneteskan air, belum sempat diperbaiki.. "banyak nih Ma bocornya", katanya setelah menampung tetesan itu beberapa lama dalam sebuah wadah, "bikin stress"... Belum sempat aku membeli keran pengganti, jadi terpaksa menunggu sampai besok hari.
"Yuk Ma, ke kamar, jusnya buat berdua aja ya", dia membawa sekaligus air putih dan cemilan, karena belum ngantuk rupanya...

Di kamar, sebelum tidur, Caca asik nonton TV, minum jus, sambil ngemil rumput laut kesukaannya, sampai film yang ditonton habis.
Setelah gosok gigi, kita musti menggeser posisi Noni, yang melintang di tengah tempat tidur....

Setelah berbaring bersebelahan, aku tanyakan siapa yang bereskan kamar ? Pagi tadi, sebelum berangkat kerja, aku titipkan si mbak di rumah dan Caca buat mengawasi memindahkan barang-barang, karena ada lemari yang baru datang.
Sampai di rumah, memang kamar sudah rapi, dengan susunan yang baru. Kamarku tidak besar, tapi setidaknya suasananya berubah dibandingkan sejak 30 tahun yang lalu.
Ternyata Caca bukan cuma mengawasi, tapi dia yang bantu mengangkat TV ke tempatnya yang baru (padahal TV-nya lumayan besar), mengangkat tempat tidur ketika ada barang yang tertinggal di kolong, dan merapikan kabel antena TV dengan melemparkannya ke atas ac... :-)
"Ga rapi Ma, kalo ga dilempar ke atas ac, jadinya ngegantung-gantung", katanya.... Aku bilang, seharusnya disusurkan sepanjang dinding, "Iya, tapi kabelnya kurang panjang, nanti kita sambung" katanya lagi. Setelah itu dia mencubit perut, pinggang dan pipiku "Mama kok ga gemuk-gemuk sih...?" "Kaya Noni dong Ma, pipinya gembil nih" katanya sambil mencubit pipi Noni yang lelap. "He he he.... Makannya udah banyak kok Mas", kataku...
Kemudian dia memelukku dan tidak lama kemudian terlelap, karena hari juga sudah teramat larut.

Mmm.... Hidup memang penuh keseimbangan.... Ketidaksempurnaan adalah sumber kita buat menyadari dan mensyukuri banyak hal.
Siapa yang berani mengatakan, anak-anak berhutang kehidupan pada orang tuanya? Buatku, aku yang berhutang menjanjikan mereka kehidupan dan kebahagiaan.
Untuk semua cahaya dan kehidupan yang mereka hadirkan dalam hidupku, tidak pernah cukup rasa syukurku menerima kasih sayang mereka.
Seperti apa hidupku tanpa kehadiran mereka..? sesuatu yang tak pernah mampu kubayangkan....

Semoga kalian selalu terjaga, anak-anakku....

Curahan hati Ibu dua anak ..
Mba Diah, thanks u atas sharingnya yang indah ini...

From : Radiah Sunarti
Komunitas Single ParentDibuat untuk mendukung milis indosingleparent@yahoogroups.com

Tidak ada komentar:

Facebook