Senin, 17 November 2008

Rasa Rindu ini


 

Rasa rindu ini mendera relung hati,
Membuat ngilu sendi sendi jiwa


kala malam semakin larut,
semakin dalam kerinduan ini megusik ..
Kerlap kerlip bintang menghibur rasa rindu ini

Ketika kerinduan semakin dalam,
semakin tak bisa ku bendung kelu di relung hati.
Kubasuh diri dengan kesejukan air wudhu,
Ku tumpahkan semua asa yang terpendam padaMU
Ku bersimpuh tuk mengadu padaMU

Hapuslah rinduku ini,
Jadikanlah hanya padaMU asa rindu ku tertuju,

Karna KAU akan selalu membalas rindu ini,
dengan caraMU



by : nda


__._,_.___


 

Jumat, 14 November 2008

When you divorce me...

hiks..hiiks. .sweettt. ..
comments?
^my

aku hanya kopas dari blog temanku..


when you divorce me...

Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti
di depan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat2ku menyuruhku untuk
membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah
kami. Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat
bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu...

Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening:

Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha
untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan
kasih di antara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap
pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai di rumah juga pada waktu
yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami
kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh
perubahan yg tidak kusangka2.

Dew hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri
di balkon. Dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam
dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yg kubelikan untuknya. Dew
berkata, "Kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis."
Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru
menikah, istriku pernah berkata, "Pria sepertimu, begitu sukses, akan
menjadi sangat menarik bagi par gadis." Berpikir tentang ini, aku
menjadi ragu2. Aku tahu kalo aku telah mengkhianati istriku. Tapi aku
tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata,
"Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K. Aku ada sedikit urusan
di kantor." Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji
menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas di
pikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa
sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun
kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya, ia adalah seorang
istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk
santai di depan TV.

Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama2. Atau, aku
akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan
bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa yg
akan kau lakukan?" Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa
bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg
sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan
menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius. Ketika istriku
mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir
seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha
untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia.. Ia
kelihatan sedikit curiga. Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi
aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku, "He Ning, ceraikan ia, O.K. Lalu kita
akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2
lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, kupegang
tangannya, "Ada sesuatu yg harus kukatakan." Ia duduk diam dan makan
tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka di matanya. Tiba2 aku
tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "Aku
ingin bercerai," kuungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia
seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,
"Kenapa?" "Aku serius." Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini
membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,
"Kamu bukan laki2!" Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia
sedang menangis..

Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan
kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku
telah dibawa pergi oleh Dew. Dengan perasaan yg amat bersalah, aku
menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan
30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya
jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah
10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam
hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras di depanku, dimana hal tersebut tidak
pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu
pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa
minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi.

Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku
melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran.
Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku
tertidur kembali. Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak
menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan
sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup
bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan
segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi
dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami. Ia
menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya,"He Ning, apakah kamu
masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari
pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan
indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku di
lenganmu," katanya, "Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan
tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir
bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke
pintu." Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa
kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri
dengan suasana romantis. Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian
dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya.
"Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari
perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan
perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku
membopongnya di hari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami
menepuk punggung kami, "Wah, papa membopong mama, mesra sekali."
Kata2nya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu
ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan
mata dan berkata dengan lembut, "Mari kita mulai hari ini,jangan
memberitahukan pada anak kita."

Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia
pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor. Pada hari kedua, bagi kami
terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, kami begitu dekat sampai2 aku
bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama
tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda
lagi. Beberapa kerut tampak di wajahnya. Pada hari ketiga, ia berbisik
padaku, "Kebun di luar sedang dibongkar. Hati2 kalau kamu lewat sana."
Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih
mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku di
lenganku. Bayangan Dew menjadi samar. Pada hari kelima dan enam, ia
masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti dimana ia telah menyimpan
baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. Aku
mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak
memberitahu Dew tentang ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya.
Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku
berkata padanya, "Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang." Ia
sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya
keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok.
Lalu ia melihat, "Semua pakaianku kebesaran." Aku tersenyum. Tapi tiba2
aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa
membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu
ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan
perasaan sakit. Tanpa sadar kusentuh kepalanya. Anak kami masuk pada
saat tersebut. "Pa, sudah waktunya membopong mama keluar."

Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian
yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan
merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan
berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia di lenganku,
berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya
memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat
seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak
pucat dan kurus, membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika aku
membopongnya di lenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah
kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan
membopongku sampai kita tua." Aku memeluknya dengan kuat dan berkata,
"Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra."

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut
keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew
membuka pintu. Aku berkata padanya, "Maaf Dew, aku tidak ingin bercerai.
Aku serius." Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu
tidak demam". Kutepiskan tangannya dari dahiku, "Maaf Dew, aku cuma bisa
bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku
membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari
kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang
aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah
melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf
padamu." Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras
kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku
menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati
sebuah toko bunga, kupesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.

Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum
dan menulis, "Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.."

Cinta Tak Harus Sama



 
 
 

CINTA TAK HARUS SAMA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Bu, lapar !, rengek anak kecil yang sedang berada di pangkuannya. Wanita itu menatap dengan lembut anaknya. Hatinya terasa teriris-iris. Dipandangi gubug reyot tempatnya tinggal, tidak ada sama sekali makanan yang masih tersisa. Hanya ada air putih yang masih tersisa di dalam kendi tanah diatas meja. Perlahan diraihnya kendi tanah itu dan mengulurkan kucunya ke mulut anak semata wayangnya. Sang anak meneguk tiga kali berusaha menghilangkan rasa lapar dengan meminum air.
Anak kecil itu menatap wajah ibunya dengan penuh rasa sayang, seakan ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sangat dalam. Tangan kecilnya meraih keatas mengusap air mata bening yang keluar dari kelopak mata ibunya.

”Mengapa ibu menangis”, tanya sang anak perlahan.

Wanita itu menghela nafas panjang, dia berfikir tidak mungkin menjelaskan apa yang sedang difikirkannya kepada anak kecil ini. Ini tentang beban hidupnya yang sangat berat, bahkan dia selalu berusaha tegar terhadap semua keterbatasan yang dia miliki.

”Nggak apa-apa kok sayang, bobok lagi saja !”, ujar sang wanita lembut seakan ingin menciptakan ketentraman di hati anaknya.

Sang anak menatap lebih dalam ke arah mata ibunya, seakan mencoba mencari tahu alasan mengapa ibunya menangis.
”Aku tahu beban ibu sangat berat”, celetuk polos sang anak yang membuat ibunya sedikit tersentak.
”Aku tahu dengan segala keterbatasan ibu, ibu selalu berusaha untuk mencukupi segala kebutuhanku. Ibu menjadi buruh mencuci, kadang-kadang ibu mengumpulkan sisa-sisa sampah untuk dijual lagi. Aku tahu ibu melakukan itu semua agar aku bisa makan”, anak kecil itu terus berceloteh untuk membuat ibunya bangga.

”Tapi ibu tidak bisa menyekolahkanmu anakku !”, jawab sang ibu dengan penuh penyesalan.

”Ibuku sayang !”, kata sang anak sambil bangkit dari tidurnya. Diletakkan kedua tangannya di pangkuan ibunya seakan ingin memberikan kekuatan kepada orang yang paling dicintainya.
”Ibu tidak menyekolahkanku, tetapi setiap malam ibu mengajariku membaca, berhitung, mengaji, atau pengetahuan-pengetahuan baru dari kertas koran bekas yang kita kumpulkan. Semakin hari aku semakin mengerti tentang ilmu-ilmu baru, bahkan mungkin jauh lebih banyak dari teman-teman sebayaku”, jawab sang anak tulus dan bangga.

”Iya, tapi aku tak mampu menyekolahkanmu di SD di kampung kita. Coba kalau ibu mampu maka kamu nanti bisa punya ijasah melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi dan masa depanmu akan lebih baik”, sang ibu menjawab sambil tertunduk seakan merasa telah mengeluh terlalu dalam kepada anaknya.

Sang anak kecil menggeser duduknya tepat dihadapan sang ibu. Dia tersenyum sangat manis, dipijatnya kaki wanita didepannya. Seorang wanita cantik sebenarnya, tetapi nampak lebih tua dari umur yang sebenarnya, apalagi dia harus hidup sendiri sepeninggal suaminya.

”Ibuku sayang, dengan semua yang ibu bisa, ibu sudah memberikan yang terbaik untuk kehidupanku. Aku bersyukur karena mendapatkan limpahan kasih sayang yang tiada tara. Ibu selalu mengajariku semua yang seharusnya aku tahu. Ibu selalu berada disampingku pada saat aku membutuhkannya. Aku memang ingin sekolah di SD di kampung kita, tetapi aku lebih ingin mendapatkan cinta yang aku rasakan selama ini. Aku memang ingin hidup berlimpah ruah seperti anak-anak kecil sebayaku, tetapi aku lebih ingin hidup disampingmu karena aku selalu mendapatkan limpah ruah kasih sayang yang selama ini aku butuhkan.”.

Sambil mendekatkan wajah, anak kecil itu melanjutkan perkataannya, ”Bu, mencintai tak harus sama, ketulusan untuk mewujudkan cinta jauh lebih penting dari sekedar menyamakannya dengan kehidupan orang lain.”

Dipeluknya wanita itu dengan penuh kasih sayang, ”Bobok lagi yuk, ibu harus istirahat, besok kita janji jam setengah enam sudah di rumah Pak Hadi untuk mencuci baju”

Anak kecil itu menarik selimut kumalnya sampai ke dada. Membiarkan wanita itu berurai air mata. Tetapi kali ini bukan karena kesedihan meratapi nasib, justru karena syukur yang amat dalam karena Tuhan mengirimkan malaikat kecil untuk mendampingi dan memperkuat hidupnya.

 

 


Yang sering Makan Pecel Lele / Belut Hati hati yach...!!

Dari Milist sebelah kebenarannya perlu di teliti lagi yach tapi
yach waspada saja dan jangan sering sering makan yach...

Buat teman-2 yang suka makan pecel lele or belut goreng, hati-2
ya...ini ada informasi dari pak dokter, TQ.
guys...
Saya ingin membahas kenapa orang mudah sekali terkena penyakit
tyroid yang bengkak.. infeksi....
Beberapa bulan ini saya sering kedatangan pasien-pasien yang
terkena penyakit tyroid yang bengkak.. dengan gejala2:
1. leher bawah bengkak
2. disekitar leher ada yang seperti tumor
3. Bola mata seperti mau keluar,
4. panas diskitar leher.
5. sering batuk ditengah malam tanpa sebab
setelah saya sering bertanya: ternyata : semua pasien ...sering
mereka semua memakan lele dan belut
Pada Juragan lele dijogja, ayah, istri dan anak , semua timbul
gejala2 seperti diatas... saya tanyakan kesalah satu profesor dokter
dipluit ternyata... belut/ lele.. mengandung racun ringan, sehingga bila
digoreng.maka minyak yang bersih pun akan hitam...dan dulu saya pun
ingat jika makan tahu/ tempe dari minyak hasil gorengan lele, maka
ternggorokan gatal/ panas.....terkadang bikin batuk....nah karena dari
ini semua saya hanya ingin menginformasikan bahwa makan yang murah belum
tentu sehat.... tolong sampaikan ke saudara2 yang suka makan lele /
belut... mungkin lebih baik dipertimbangkan. mungkin perlu ada
penelitian lebih lanjut.
Syukurlah, pasien2 dengan kelenjar tyroid bermasalah, semua
sudah kembali normal.... terkadang bengkak sampai ke punggung seperti
terjepit....

Keindahan rasa..

Keindahan rasa adalah anugrah
yang patut tuk di sukuri di nikmati..

Mensyukuri dengan iklas terlihat mudah kadang sepele, Ternyata tidak
seperti yang terlihat.

Keluasan hati kelapangan jiwa,
serta pikiran yang terbuka, yang dibutuhkan, untuk menerima dengan iklas
lahir batin..

apakah salah, merasakan keindahan rasa yang ta pernah dipikirkan lagi..

Datang tiba2 tampa diminta,
ada rasa ingin meraih mendekapnya erat,
ingin memiliki rasa indah selamanya..

Kesadaran akan diri,
yang mengingatkan apakah pantas memiliki rasa indah itu..?

KehendakMU adalah kehendakMU..

Pantaskah dipertanyakan..

IT'S GOOD



 
dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada para bapak....
 
=========================================================
IT IS GOOD TO BE A WOWAN
 
We can scare male bosses with mysterious gynecological disorder excuses.
 
Taxis stop for us.
 
We don't look like a frog in a blender when dancing.
 
No fashion faux pas we make could ever rival the Speedo.
 
We don't have to pass gas to amuse ourselves.
 
If we forget to shave, no one has to know.
 
We can congratulate our teammate without ever touching her rear.
 
We never have to reach down every so often to make sure our privates are still there.
 
We have the ability to dress ourselves.
 
We can talk to people of the opposite sex without having to picture them naked.
 
If we marry someone 20 years younger, we are awake that we look like an idiot.
 
There are times when chocolate really can solve all our problems.
 
We will never regret piercing our ears.
 
We can fully assess a person just by looking at their shoes...
 
We can make comments about how silly men are in the presence,
because they aren't listening anyway ...
 
VIVA BRIGHT WOMEN AND MAKE YOUR DAY
 
Baby
 
__._,_.___

Rabu, 12 November 2008

YUSUF MANSUR VS SEKURITI POM BENSIN



 

YUSUF MANSUR VS SEKURITI POM BENSIN (Keajaiban Sedekah)
(dikutip dari milis Tahajjud)

SEMOGA BERMANFAAT
Banyak yang mau berubah, tapi memilih jalan mundur.
Andakah orangnya?

Satu hari saya jalan melintas di satu daerah.. Tetidur di dalam mobil. Saat
terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya:
"Nanti di depan ke kiri ya".
"Masih banyak, Pak Ustadz".
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya
pengen pipis.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti.
"PakUstadz!".
Dari jauh ia melambai dan mendekati saya.
Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.
"Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya
melihat di TV saja…". Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he
he.
"Saya ke toilet dulu ya".
"Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?"
"Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?"
"Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz".
Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang "berhentiin" saya.
Lagi
enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom
bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara
dengan dia. Sekuriti ini barangkali "target operasi" dakwah hari ini.
Bukan
jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.
Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, "Ok, ntar habis dari toilet
ya".
***
"Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?", tanya saya
membuka
percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini.
Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi
fasilitas ngopi-ngopi ringan.
"Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?"
"Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu.
Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya".
"Wah, ustadz langsung nembak aja nih".
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah.
Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga
mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu
saja.
"Udah shalat ashar?"
"Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya
ga?
Ya saya pikir sama saja".
"Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga
ibadah?"
Sekuriti itu senyum aja.
Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa
benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas
omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang
kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah.
Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap
nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah
tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai
ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita
menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu
shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka
yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi
kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit
ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh
sebutan-sebutan ibadah.
"Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5
nih masuk ke pom bensin ini", saya mengejar.
"Ya, kurang lebih dah".
Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang
'alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut
perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Aqimish
shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita
bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu kan jadi sama
saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan
sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan
mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.
"Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima, memang untuk
mengejar
ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam
andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari
semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh,
sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan
kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan
sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu
baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih
bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja
mestinya kita dari senang".
Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, percakapan ini kurang lebih begitu.
Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya,
nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he
he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga
sama lawan bicara?
Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya,
maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di
tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha,
sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa
jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.
Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan
mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung
jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang
rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap
pertanyaan-pertanya an seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu
satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat
dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.
Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, "Terus, mau berubah?"
"Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga
serius?"
"Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya".
"Ngebut gimana?"
"Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya.
Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah.
Jangan sampe keduluan Allah".
Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di
atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang
Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini.. Kan aneh.
Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah
memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang
bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih,
wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit
pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan
fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.
"Yang kedua," saya teruskan. "Yang kedua, keluarin
sedekahnya".
Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. "Pak Ustadz, pegimana mau
sedekah,
hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa
dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan".
"Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?"
"Satu koma tujuh, Pak ustadz".
"Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang
sering sebut orang kecil, itu udah gede".
"Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini
bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz".
"Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?"
"Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama
kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz".
"Koq bisa?"
"Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu
sampe
ketemu angka 1,7jt".
"Terus, kenapa masih kurang?"
"Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak".
"Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente
kredit motor? Kan ga perlu?"
"Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz".
"Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu
dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot".
Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu.
Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin
kebutuhan dia yang lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik.
Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.
"Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?"
"Mau Ustadz. Saya benahin dah".
"Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan
berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya
ngebenahin shalat".
"Siap ustadz".
"Tapi sedekahnya tetap kudu loh".
"Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada".
"Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq".
"Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan
juga ga ada. Emas juga ga punya".
Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan
cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi
sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya
menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal
itu mah.
Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, "Kang, kalo saya unjukin
bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?".
Si
sekuriti mengangguk. "Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau
ngejalanin?".
Sekuriti ini ngangguk lagi. "Selama saya bisa, saya akan jalanin,"
katanya,
manteb.
"Gajian bulan depan masih ada ga?"
"Masih. Kan belum bisa diambil?"
"Bisa. Dicoba dulu".
"Entar bulan depan saya hidup pegimana?"
"Yakin ga sama Allah?"
"Yakin".
"Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau".
Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi
usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga
perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya.
Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan
tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al
Qur'an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat
Jum'at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia
aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya
hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!
Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan
posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya
begitu dah hidup.. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja
dan ada gajinya.
Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu
keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa
juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita
barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja
harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah
ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan
tingginya harga,. Ga kebagian.
***
Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat
apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu
koma tujuh. Semuanya.
"Mana bisa?" kata komandannya.
"Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya
berani".
Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab
dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.
Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama
ownernya ini pom bensin.. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan
30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui.
Sebab komandannya ini ikutan merayu, "Buat sedekah katanya Pak",
begitu kata
komandannya.
Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita
si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan
saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh
bos nya.
"Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya", begitu lah
pemikiran
kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah
melalui jalan shalat dan sedekah.
Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul
shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya.
Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah
dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si
sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya.. Malah tambah cerah muka
nya.
Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia
tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan
kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan
catatan dia berhasil dulu.
Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya
demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal
diam. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si
sekuriti. Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang
belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah
pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan
mempermalukan si sekuriti.
Suatu hari bos nya pernah berkata, "Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga
kasbon
saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia
gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka,
kalau kemudian kas bon. Percuma".
Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.
Berhasil kah?
Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak
kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan
dari keajaiban mendekati Allah.
Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan
yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.
"Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian.
Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren".
Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo
ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si
sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada.
Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia
sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya
di bulan depan yang dia pertaruhkan, trjadi keajaiban. Di kampung, ada
transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga trlibat secara
fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya,
dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia
sedekah 1,7jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di
kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu trjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan
kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti
bulan.
Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama
Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya
melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin
satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan? Itu jual motor,
kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia
tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya
25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.
Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta
lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia
aman. Ga perlu kasbon.
Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan
menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama
1 bulan setengah ini.
Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti?
Engga. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut
sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang
lain, dan dijadikan staff keuangan di sana. Masya Allah, masya Allah, masya
Allah. Berubah, berubah, berubah.
Saudara-saudaraku sekalian.. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang
Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman
seseorang kepada Allah, Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja
menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan!
Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru
sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah, ilmu yang sedikit ini dipake sama
dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya,
buat perubahan hidupnya.
Subhaanallaah, masya Allah.
Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar
sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya
kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak
suksesnya si sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai
sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia.
Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar.
Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang
saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah?
Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya?
Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya
juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang
punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta KuliahOnline saja
ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup
ini. Sebagiannya memilih diam saja, dan sebagiannya lagi memilih
menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya orang-orang tertentu
saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh. Dan memang bukan
apa-apa, ketika sudah dipublish, memang tidak gampang buat seseorang
menempatkan dirinya untuk menjadi contoh.
Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini
mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah
ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak,
sudah, jangan


"Dan pada sebagian malam bertahajjudlah dengannya sebagai tambahan
bagimu.Mudah- mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji". (Al
Isra': 79)







__._,_.___

Telpon dari divisi engineering/ teknisi perusahaan salah satu vendor/operator cellphone

> Jika anda menerima panggilan telepon dari seseorang dengan no.telp
yang tidak dikenal atau terdaftar, berkata bahwa dia (pria/wanita)
berasal dari divisi engineering/ teknisi perusahaan salah satu
vendor/operator cellphone yang ingin memeriksa sambungan telepon atau
sinyal atau dengan alasan apapun, dan selanjutnya dia berkata bahwa kita
harus menekan tombol # 90 atau #09 atau nomor apapun (bisa juga dengan
kode huruf), secepatnya matikan/putuskan sambungan telepon tersebut
tanpa menekan tombol yang mereka minta. karena saat ini ada
penipu-penipu yang menggunakan peralatan dimana jika anda menekan tombol
#90 atau #09 maka penipu-penipu tersebut dapat mengakses SIM card
telepon kita dan mereka dapat menggunakan line anda dengan dan atas
biaya anda.
>
> Mohon forward email ini kepada seluruh teman anda untuk mencegah
tindak kriminal ini. dan juga ada beberapa issue lainnya.
>
> Jika anda menerima telepon di telepon genggam/cellphone dan layar
cellphone anda menampilkan display seperti ini : (XALAN).
>
> JANGAN MENERIMA SAMBUNGAN TELEPON TERSEBUT, HARAP LANGSUNG MATIKAN
TELEPON ANDA DENGAN MENEKAN TOMBOL POWER (ON/OFF) CELLPHONE ANDA..
>
> Karena jika anda menerima sambungan telepon tersebut maka cellphone
anda akan terkena virus. virus ini akan menghapus seluruh IMEI dan
Informasi IMSI dari cellphone dan SIM card anda, dimana selanjutnya anda
akan terputus hubungan sama sekali dari vendor/operator manapun. (dimana
anda harus mengganti cellphone dan SIM card anda dengan yang baru).
Informasi ini telah dikonfirmasi dengan Motorola and Nokia.. saat ini
terdapat lebih dari 3 juta telepon genggam/cellphone yang terkena Virus
ini. anda pun dapat membaca berita ataupun informasi mengenai hal ini di
situs web CNN.
>
> MOHON PESAN INI DAPAT DILANJUTKAN KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA.

>
>
>
>
>

Ilusi Indah

Perasaan indah menyelusup lembut merasuk relung kalbu..
Jiwa terpasung merintih perih ta berdaya..
Dihempas badai di sepanjang musim tampa ada ahir

Perasaan indah menyelusup lembut, membuat jiwa terpasung tersenyum
getir.

Sebuah ilusi indah membuai kegelisahan hati.

Memeluk dengan lembut jiwa yang lelah..

Ilusi ada tapi tidak ada..

Karna ilusi itu sebuah keinginan kuat,

dari sebuah jiwa yang rapuh.

Perasaan indah akan tetap ada
ketika dua jiwa mempunyai keinginan yang sama...
meniti ilusi indah..
Tuk jadikan hidup yang bermakna,

dalam indahnya saling mengsasihi.


nanda

kisah nyata


 

Buat yang punya Istri / yang pengen beristri / yang bakal jadi istri.....



SEBUAH RENUNGAN, SEMOGA BERMANFAAT.. ...
____________ _________ _________ __
Terlampir kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya
dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV) Semoga
kita dapat mengambil pelajaran.


MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT???*
Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis
Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan
Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana
diIndonesia.
Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.
Silahkan baca dan dihayati.*


*MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT** - - -


Sebuah perenungan, Buat para suami baca ya..... istri & calon istri
Juga boleh...

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi,usia yg
sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun
kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah
tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak
disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat
tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun,
menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak
bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran menyuapi dan
mengangkat istrinya keatas tempat tidur.


Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya
tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu
melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak
begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi
istrinya makan siang.


Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas
maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja
yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak
bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda
istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih
kurang 25 tahun,dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil
membesarkan ke 4 buah hati mereka,sekarang anak2 mereka sudah dewasa
tinggal si bungsu yg masih kuliah.


Pada suatu hari...ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka
sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal
dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg
merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.


Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "Pak kami ingin
sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada
sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.......
bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" .Dengan air mata berlinang
anak itu melanjutkan kata2"sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak
menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati
masa tua bapak,dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat
bapak,kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya."Anak2ku
.......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu,
mungkin bapak akan menikah..... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian
disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian..
sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir
didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan
apapun. Coba kalian Tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti
Ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia
meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg
masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan
ibumu yg masih sakit."Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno
merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno..dengan
pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..


Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta
untuk menjadi narasumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada
Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah
tidak bisa apa2..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir
di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru
disitulah Pak Suyatno bercerita."Jika manusia didunia ini mengagungkan
sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi(memberi waktu,
tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan.

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,dan sewaktu dia
sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan
bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yg
lucu2..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama... dan
itu merupakan ujian bagi saya,apakah saya dapat memegang komitmen untuk
mencintainya apa adanya.Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya
apalagi dia sakit,,,"


BILA ANDA MERASA BAHAN RENUNGAN INI SANGAT BERMANFAAT
BAGI ANDA DAN BAGI ORANG LAIN,MOHON KIRIM EMAIL INI KE TEMAN, FAMILY DAN saudara2 lainnya

Facebook