Sabtu, 11 Oktober 2008

Perempuan dipinggir Dermaga

Perempuan Di Pinggir Dermaga

( Musim Semi...)
Sayang, Kulepas engkau dengan sejuta cemas menderu ,
Walau langit membiru ,
Angin berdesiran lembut ,
Ombak berlarian senang ,
Air laut yang berkilauan,
Tak bisa kusembunyikan rasa itu,
Aku berdiri dipinggir dermaga ,
Hanya diam terpaku..
Dengan sejuta doa keselamatan untukmu...

( Musim Gugur )
Sayang, Tak Kudengar Kabar darimu,
Seandainya langit bisa melukiskannya,
Membisikkannya untukku
Seandainya angin bisa berbicara ,
Mengabarkannya untukku
Seandainya Ombak bisa bernyanyi,
Melantunkannnya untukku
Seandainya...
Seandainya...
Aku berdiri dipinggir dermaga,
Hanya menatap kosong luasnya laut itu ,

( Musim Dingin )
Sayang, Dinginnya siang dan malam,
Tak mampu membendung rinduku,
Hatiku perih ingin memelukmu,
Langit Kelabu membayangiku,
Angin dingin menerpa tulang - tulangku,
Ombak hanya diam membisu,
Batu - batu menatapku kaku ,
Seandainya,. .
Seandainya,. .
Ini bukan musim salju,
Aku berdiri dipinggir dermaga,
Menanti kehadiranmu...,
Menanti sebuah keajaiban,
Agar laut bersedia menuntunmu kembali padaku,

( Musim Panas )
Sayang, 4 musim kulalui
Tanpa Engkau disisiku..
Langit sangat cerah ,
Sang mentari menghangatkanku,
Angin membelai riang rambutku ,
Ombak - ombak putih menghampiriku,
Sayang, Aku berdiri dipinggir dermaga
Hanya untuk menantimu...
Kubawakan Engkau sekuntum mawar putih..
Untukmu...

Sayang , Tak tahukah Engkau ?
Aku selalu menantimu..
Karena aku merindukanmu. .
Karena aku mencintaimu. .
Karena aku enggan bangun dari mimpiku
Karena aku enggan bangun dari lamunanku
Karena aku takut akan kenyataan

Bahwa kau telah pergi untuk selamanya...
Bahwa kau telah ......

(Dihari itu tak ada kata yang terucap dari dirimu
selain "Selamat Tinggal".... )

__._,_.___

Tidak ada komentar:

Facebook