Jumat, 04 Januari 2008

FW: [Komunitas Singleparent] Memaafkan perselingkuhan ?

 


From: Cahyo Dwi P.
Sent: 04 Januari 2008 16:48
To: 'indosingleparent@yahoogroups.com'
Subject: FW: [Komunitas Singleparent] Memaafkan perselingkuhan ?

 
Penyelewengan atas suatu perkawinan memberikan arti yang berbeda2 ke setiap pasangan. Satu hubungan one night stand dapat seketika menghancurkan suatu perkawinan, tetapi affair yang berkepanjangan akan dipandang sebagai "wake-up call" oleh suatu pasangan yang maseh berkeingan untuk menyelamatkan perkawinan mereka. Itu semua didasarkan ada tidaknya niat dan kemampuan untuk memaafkan dari kita apabila pasangan kita melakukan penyelewengan atas perkawinan.

 Hanya kita yang bisa memutuskan apakah perselingkuhan ini akan terus menyebabkan kita berada dalam negative feeling yang kemungkinan akan mendorong kita untuk menuju ke perceraian atau akankah kita akan memaafkan pasangan kita ? Dengan memaafkan berarti kita telah mampu untuk mengambil satu langkah maju dari kemarahan yang kita rasakan ke arah yang lebih baik untuk kelangsungan hubungan kita (itu apabila kita maseh ingin hubungan perkawinan diselamatkan).

Seorang wanita dewasa ataupun seorang ibu akan lebih bijaksana dalam berpikir dengan mengedepankan positive thinking dan being open minded di dalam menghadapi seberat apapun persoalan di dalam hidup ataupun perkawinan kita.

- It takes time
  Make sure the affair has ended and allow time to go by before you see dramatic change. Mungkin kamu akan terus curiga untuk waktu yang tidak bisa ditentukan, padahal aku yakin kita ga pengen ngerasa curiga karena selalu ngerasa curiga ke pasangan kita adalah hal yang paling2 tidak nyaman tidak hanya untuk kita tetapi juga untuk pasangan. Tapi just let it be because if only you are committed to work together, your marriage could become stronger and trust can be restored.

- Terimalah permintaan maaf dari pasangan kamu
  Hal ini hanya bisa dilakukan apabila kamu BENAR2 telah merasa siap untuk menerima maaf dari pasangan kamu. Biasanya perasaaan benar2 untuk menerima maaf dari pasangan kamu setelah kamu melawati proses perasaan dikhianati, perasaan dibodohi, perasaan dikecewakan, dan perasaan dipermalukan. Tetapi love dan keinginan untuk menyelamatkan perkawinan akan menolong kamu untuk overcome semua perasaan negative itu. Dan akan tiba saatnya kamu siap untuk mendengarkan the details dari pasangan kamu. Disitulah berarti kamu juga telah siap untuk menerima maaf dari pasangan kamu.

- If you forgive, others may not
  Ketika kamu merasa tersakiti, tentunya kamu akan ngerasa membutuhkan someone to share with atau butuh curhat ke semua orang. Tetapi hati2 sebaiknya kamu memilih untuk curhat ke orang2 yang bisa bersifat netral alias tidak memihak, apalagi kalo akhirnya kamu lebih memilih untuk menyelamatkan perkawinan kamu. Karena kalo kamu curhat ke orang yang lebih berpihak ke kamu, misalnya ke anak2, ke sodara atau ke orang tua, ketika kamu sudah berbaikan dan menerima pasangan kamu, pihak ketiga ini belom tentu bisa menerima dan memaafkan pasangan kamu sepenuhnya. Mungkin saja mereka maseh merasa kesal melihat dan mengingat tindakan yang telah dilakukan terhadap seorang ibu, seorang kakak, seorang adik, dan seorang anak yang mereka kasihi. Just remember, if your relationship survives, you'll want others to accept your partner..mistakes and all.

- Forgiving a cheating spouse does not mean you forgive what he/she did
  Apabila kita memutuskan untuk memaafkan, bukan berarti kita setuju atas tindakan perselingkuhan yang pasangan kita telah lakukan. Karena bagaimanapun perselingkuhan telah merusak janji suci yang diucapkan pada waktu kita menikah, telah merusak pondasi kepercayaan dan komitmen, dan suatu perselingkuhan tidak bisa dianggap ringan begitu saja. Jadikanlah ini suatu pembelanjaran bagi kamu sendiri, dan terutama untuk pasangan supaya tidak mengulanginya lagi.


Tidak ada komentar:

Facebook