Circuz di PIM II
Lollipop di Senayan City
Playmall di senayan city
Bintaro Plaza lt 3 jg ada..
Kidzania di Pacific Place
Timezone di Grand Indonesia - ini besar sekali, macem2 permainannya - gak melulu game komputer
Milist Indosingleparent diperuntukkan bagi orang tua tunggal yg berkeinginan untuk hidup mandiri dan mengasuh anaknya sendiri. Silahkan hubungi kami untuk bergabung di milis / komunitas atau bila anda mempunyai masalah mengenai singleparent di Telp/SMS : 0857.100.94.214. Email : moderator.isp & g m a i l.com (sambung)
Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.
"Tuhan," katanya. "Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik
untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?"
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.
"Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?".
"Ya," jawab pria itu.
"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik.
Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.
"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.
"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku tidak menyerah.
Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah," kataNya.
"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, "kata Tuhan kepada pria itu.
"Tahukah kamu, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"
"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu."
"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.
"Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah."
"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."
"Saya akan menjulang setinggi apa ?" tanya pria itu.
"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan
"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.
"Ya, benar! Agung kan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu," kata Tuhan.
Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.
mungkin ada manfaatnya cuplikan artikel berikut :
4. Hak untuk mengajukan perceraian
Ini telah diatur dalam UU No 1/1974, dengan syarat-syarat yang diatur dalam PP No 9/1975. Di dalamnya, terdapat 6 syarat perceraian, antara lain :
salah satu pihak pemabuk,
suka berjudi,
suami meninggalkan istri selama 2 tahun berturut-turut tanpa diketahui/telah pisah,
suami mendapat hukuman pidana selama 5 tahun lebih,
suami melakukan perzinaan,
suami melakukan kekerasan, serta karena percekcokan yang terus-menerus sehingga kedua belah pihak tak bisa disatukan lagi.
|
| Permasalaan yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan ( baca : Allah SWT ) menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untuk bertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut. Dari beberapa perenungan saya ada lima alasan yang menurut saya mengapa Tuhan dalam memberikan masalah dalam kehidupan kita: 1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN kita. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita. 2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI kita. Manusia bagaikan teh celup... jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi. 3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu... kesehatan, teman, hubungan..., saat kita sudah kehilangan. 4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang sahabat yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi bossnya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar. 5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal. " ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan. Apa yang ada di tangan kita? Dalam beberapa hal, hidup kita berada di tangan kita. Kita dapat memilih untuk menghamburkan setiap jam, hari, minggu, bulan, dan tahun demi kepentingan kita sendiri Kita akan heran saat menyaksikan betapa banyaknya hal yang Tuhan sempurnakan dalam diri kita dan melalui kita. Jadi sabar dan jalanilah setiap permasalahan yang kita hadapi. dan permasalahan yang timbul adalah suatu rahmat untuk kita. dan menjadi sebuah tantangan kita untuk hidup yang lebih baik. |
| Paribasa englis-versi sunda
duka leres duka henteu ieu paribasa teh...(menang kopi jeung paste)
JUST BEE YOURSELF ("Seureudkeun diri sorangan kana nyiruan")
THE RIGHT MAN IN THE WRONG PLACE ("Jelema nu lebah katuhu,salah tempat..kuduna cicing di kenca")
DONT JUDGE THE BOOK BY THE COVER ( "Montong ngahukum buku make koper" )
LIKE FATHER LIKE SON ( "Suka ka bapana, suka oge ka anakna" )
THE BEAUTY IS UNDER THE SKIN ( "Jadi geulis mun geus ganti kulit" )
NO GAIN WITHOUT PAIN ("moal meunang duit mun teu nyeri heula...jiga kuda lumping" )
THE TRUTH IS OUT THERE ("Nu ngajawab bener, meunang kaluar")
LOVE IS BLIND ("Micinta nu lolong") Memang kasep/geulis mah relatip...tapi mun goreng patut mah MUTLAK
nuhun nu tos maos paribasa nu ngacapruk ieu.... hidup goreng patut...!!! |
__._,_.___
Selamat siang temen2,
Sering kita manusia terpuruk dalam suatu masalah tetapi kita tidak mau keluar dari masalah itu malainkan berkutat disitu terus sehingga kita tidak melakukakna hal hal lain yang bermakna guna baik bagi kita maupun bagi orang2 disekitar kita yang kita cintai.
Anda tahu keledai? Semua pasti tahu keledai adalah binatang yang dungu, tetapi keledai selalu mampu dan mau keluar dari satu masalah. KELEDAI TIDAK PERNAH TERSANDUNG BATU YG SAMA UTK KEDUA KALINYA.
Mari kita renungkan cerita dibawah ini: Bagaimana seekor keledai mampu mengatasi dan keluar dari permasalahannya.
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjud, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.
Sementara tetangga2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari " sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !
Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan.
3. Hiduplah sederhana.
4. Berilah lebih banyak.
5. Berharaplah lebih sedikit.
6. Tersenyumlah.
7. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum
Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.
"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !"
man teman yang berbahagia, sekedar selingan, mohon maaf bagi yang belum lancar bahasa Jawa. Maturnuwun TIPS & TRIK MENOLAK PELAMAR KERJA : Alkisah disebuah perusahaan besar di kawasan Keprabon, Djowo Dwipo terpaksa melakukan beberapa tes wawancara untuk "*tidak*" menerima calon karyawan baru, tentu saja salah satu prasyaratnya adalah harus berbahasa EJD (Ejaan Jawa yang nDaksempurna) . NB: Bagi yang tidak mengerti bahasa jawa, bisa buka kamus bahasa sansekerta bab pitu jilid telu :-) Wawancara dengan Pelamar (1) G : Kowe nduwe omah opo ora.....? a : dereng.... G : Wah kowe ora iso ketompo nang kene a : Lho kok ngaten...... ..? G : Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan. a : Ah.. mboten kok, Sak janipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih. G : Yo malah ora ketompo a : Lho kok ngaten.....? G : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong ae. Wawancara dengan Pelamar (2) G :Kowe nduwe motor opo ora....? b : Mboten. G : Ora ketompo b : Lho kok mboten ketompo ? G : Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit. b : Sak janipun gadhah, ning tasih ten kampung, gampil mangke kulo beto ngriki. G : Wah malah ra ketompo.... b : lho kok ngoten G : Tempat parkire wis ra cukup. Wawancara dengan Pelamar (3) G : Kowé wis lulus sarjana tenan.....? c : sampun pak.... G : Ora ketompo, kéné iki golék sing SMA aé, luwih manutan lan bén mbayaré mura c : Sak janipun kulo tasih badhe skripsi G : Malah ora ketompo..... c : Lho kados pundi to....? G : Mengko kowé kerjo mung ngetik skripsi, lék wis lulus mesti golék kerjo neng perusahaan liyo Wawancara dengan Pelamar (4) G : Kowé seneng guyon opo ora ? d : Mboten pak, kulo serius nék nyambut gawé. G : Ra ketompo..... d : waa......kok ngoten? G : Engko konco koncomu lan anak buahmu podho stress. d : Sak jané nggih sekedhik sekedhik seneng guyon. G : Malah ora ketompo. d : Lho kok...... G : Engko kowé mung email emailan sing lucu....... Wawancara dengan Pelamar (5) G : Kowé mau mréné numpak opo ? e : Nitih mobil G : Kowé ora ketompo e : Sebabipun ? G : Saiki BBM mundhak terus, mengko kowé njaluk mundhak bayar terus e : Wo, kulo wau namung mboncèng, kok G : Tambah ora ketompo e : Lho, lha kok ..... ? G : Mengko mung gawéné mboncéng mobil kantor. Ngrusuhi! Wawancara dengan Pelamar (6) G : Anakmu akèh opo sithik ? f : Kathah pak G : Kowé ora ketompo f : Sebabipun ? G : Nyambut gawemu ora konsen, mung mikir gawe uanaaaaaak terus f : Lha wong namung anak adopsi, kok. G : Tambah ora ketompo f : Lho, lha kok ... ? G : Gawé anak waé aras2en, opo manèh nyambut gawé Wawancara dengan Pelamar (7) G : Kowé wis ngerti gawéyanmu durung ? h : Dèrèng G : Kowé ora ketompo h : Sebabipun ? G : Arep nyambut gawé kok ora ngerti gaweyané ? h : Oo, nèk damelan niku mpun ngertos kok G : Tambah ora ketompo h : Lho, lha kok ... ? G : Kowé rak mung arep keminter, to ? Wawancara dengan Pelamar (8) G : Kowe ngerti kahanan kantor kéné durung k : Dèrèng G : Kowé ora ketompo k : Sebabipun ? G : Arep nyambut gawé kok ora ngerti kantoré ? k : Wo, sekedhik2 mpun ngertos kok G : Tambah ora ketompo k : Lho, lha kok ... ? G : Kowé senengané ngudhal-udhal wewadi kantor, to ? Wawancara dengan Pelamar (9) G : Kowé kerep loro ? m : Mboten G : Kowé ora ketompo m : Sebabipun ? G : Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering m : Wah, sakjanipun nggih asring G : Tambah ora ketompo m : Lho, lha kok ... ? G : Kantor iki ora nompo karyawan pileren. Wawancara dengan Pelamar (10) G : Kowé biso main Internét ? n : mBoten G : Kowé ora ketompo n : Sebabipun ? G : Perusahaan ora nompo Buta Internet n : Wah, sakjanipun nggih saged G : Tambah ora ketompo n : Lho, lha kok ... ? G : Mesthi ora bakal nyambut gawé, kakèhan dolanan Internet, to? Ngenték-entekké pulsa ! Wawancara dengan Pelamar (11) G : Kowe waras opo ora? o : Lha, kulo nggih waras to Pak. G : Ra ketompo..... .. o : Kenging nopo ......? G : Mengko kowe mesthi ora krasan neng kene. o : Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan. G : Malah ra ketompo..... . o : Pripun to niki......? G : Mengko aku duwe saingan..... ..... o : &^%$$###@@!!! !!!!!XYW* *&&^ (gubrak) |
