Selasa, 04 Oktober 2011

Mengasuh Anak Dengan SAYAP PATAH


AYAH yang luar biasa, kali ini diskusi kita adalah soal AYAH yang sendirian mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Sejujurnya, kalau boleh memilih janganlah takdir itu jatuh kepada kita. Janganlah hendaknya Allah pilih kita sebagai AYAH tunggal. Sendirian menemani anak tumbuh kembang sepanjang hari. Sendirian menjalani dua peran sekaligus. Seperti seekor burung terbang ke sana kemari dengan satu sayapnya patah terkulai.

AYAH tunggal, ditengarai semakin banyak jumlahnya akhir-akhir ini. Penyebabnya banyak. Ada yang disebabkan oleh meninggalnya pasangan. Tapi yang terbanyak adalah karena kasus perceraian. Dari semua akibat yang disebabkan oleh kejadian ini, tentulah selalu yang menjadi korban terberatnya tidak lain tidak bukan adalah sang anak. Anaklah yang merasakan derita fisik maupun psikologis hidup tanpa ibu.

Tapi malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih. Takdir Allah telah mendatangi AYAH. Belum ada pilihan selain membesarkan anak-anak dengan tangan sendiri tanpa pasangan lagi. AYAH harus lakukan pengasuhan dan pendidikan anak sampai datang ketentuan Allah yang lain dan terbaik. Berikut ini ada beberapa mitos yang harus AYAH tunggal buang jauh-jauh.

Mitos 1 : AYAH Tunggal Tidak Tahu Cara Merawat Anak
Allah Maha Adil. Secara fitrah, Allah memberikan rasa kasih sayang yang sama kepada anak antara ibu dan AYAH. AYAH punya potensi yang sama dalam merawat anak-anak bahkan dalam keadaan sulit sekalipun. Hanya saja tentulah AYAH membutuhkan waktu dan kesemaptan untuk relajar dalam merawat anak.

Mitos 2 : AYAH Tunggal Tak Mau Mengorbankan Waktunya Demi Anak-anak
Dulu, banyak orang berprinsip para AYAH tak boleh keluar dari pekerjaannya. Kini, ketika ketentuan Allah membuat AYAH tunggal harus realistis maka mengurus anak-anak sambil bekerja bukanlah pilihan yang buruk.
Banyak AYAH tunggal yang memutuskan bekerja di rumah saja. Mereka berkreasi dengan pekerjaan-pekerjaan yang bisa dikendalikan dari rumah.

Mitos 3 : AYAH Tunggal Pasti Tidak Mampu Mengasuh Anak
Mitos ini memang betul-betul sudah lama sekali. Kini, banyak AYAH tunggal yang amat terampil mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Teramat banyak kita temui AYAH tunggal yang sangat terampil dalam membantu kebutuhan anak sehari-hari.

Mitos 4 : AYAH Tunggal yang Mengasuh Anaknya, Karirnya akan Cepat Hancur
Kini zaman sudah berubah. Kini tak ada laik lagi berpikiran bahwa antara karir dan pekerjaan adalah dua hal yang amat bertentangan. Pada prinsipnya adalah semua kesuksesan apapun juga selalu berawal dari rumah.

AYAH budiman, setelah kita singkirkan mitos-mitos tadi, maka ada baiknya kita melihat beberapa tips sukses menjadi AYAH tunggal. Lagi-lagi semuanya ini sambil menunggu ada takdir lain yang terbaik dari Allah Sang Maha Kuasa. Ini dia tipsnya.

Pertama. AYAH Bukanlah Orang Tua Serba Bisa. AYAH dengan semua beban psikologis tentulah bukan AYAH yang bisa menjadi orang tua lengkap dan sempurna. AYAH tak bisa melakukan semuanya. Mintalah bantuan orang lain, terutama orang-orang muhrim dari anak-anak kita dan yang paling penting mengerti dan memahami pola pengasuhan kita.

Kedua. Bersikaplah Jujur dan Terbuka Kepada Anak. Sikap ini sebaiknya AYAH lakukan kepada anak-anak. Tentulah semuanya sangat bergantung kepada kondisi anak-anak dan tahap perkembangannya.

Ketiga. Tetap Merawat Diri. Hidup sendiri dengan tugas ganda bukanlah alasan buat AYAH untuk tidak menjaga kesehatan dengan pola hidup yang baik. Makanan bergizi, olah raga dan cukup tidur

Keempat. Positif dan Rilek Saja. Mungkin ini agak gampang diucapkan tapi susah dilakukan. Tapi tetaplah terus percaya penuh kepada ketentuan Allah. Pastilah akan ada kemudahan di samping kesulitan.

Kelima. Cinta Full kepada Anak. Percayalah AYAH bahwa, ketika AYAH tidak mengurangi perhatian, menghargai, kasih sayang kepada anak-anak maka mereka akan tumbuh dan berkembang dengan tetap baik meski hidup hanya dengan AYAH tunggal.

Keenam. Luangkan dan Kelola Waktu. Sadarilah bahwa waktu AYAH sekarang tak lagi seperti dulu. Inilah saatnya mengelola waktu dengan baik. Pertimbangkan juga kegiatan anak.

Ketujuh. Usahakan Tak Ada Perubahan Pola Asuh. Meski kini tinggal sendiri, sebaiknya AYAH usahakan tidak merubah pola asuh seperti idealnya sepasang orang tua. Terutama disiplin.

Kedelapan. Jangan Bebani Anak. Anak tak punya andil sehingga AYAH menjadi AYAH tunggal. Mereka bukanlah penyebab perceraian apalagi kematian ibunya. Bebaskan anak-anak dari perasaan tersebut.

Kesembilan. Kuatkanlah Hubungan dengan Sang Pencipta. Ini sepertinya tak bisa ditawar-tawar. Berusahalah AYAH untuk terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mungkin dengan rutin membaca Al Quran, mengikuti pengajian dan sejenisnya.

Menjadi AYAH tunggal pastilah tak ada seorangpun yang bercita-cita seperti itu. Namun semua ketentuan hidup ada di tangan Allah. Kalaulah Allah takdirkan kita yang dipilih, semogalah kita dikuatkan dan mudahkan segala urusan terutama dalam pengasuhan dan pendidikan anak-anak. Amin.


From : Herlambang

diambil dari salah satu kisah buku "Aku Mau Ayah" penulis Irwan Rinaldi ...


Komunitas Single ParentDibuat untuk mendukung milis indosingleparent@yahoogroups.com

5 komentar:

rayi mengatakan...

salam kenal,
setelah membacanya saya semakin menyadari,suka tidak suka,mau tidak mau, saya adalah ayah dari tiga orang anak yang relatif masih kecil2(2 orang putra 5th dan 9th dan i orang putri 7th).
tampa sadar sudah lebih dari satu setengah tahun yang lalu sejak kepergianya(pulang ke rahmatullah) saya menjadi orang tua yang harus mengasuh anak2 seorang diri,walaupun begitu saya masih bersyukur ada yang mau membantu mengasuh anak2 saya(kakak saya).
sejak kepergiannya semuanya telah berubah,suka duka sedang dijalani(mungkin lebih banyak dukanya)hanya Allah yang tahu begitu besar perubahannya.
"maafkan saya teh(kakak perempuan),saya belum bisa mencari pengganti bundanya anak2 dan makasih banyak sudah banyak membantu"

Wulan Julia mengatakan...

Dearest Pak Rayi...

semoga Allah menguatkan dan menyabarkan hati Bapak untuk tetap berjuang bersama anak-anak ya..

tetap semangat..Bapak tidak sendiri..Bapak masih memiliki Dia, anak2 tercinta dan keluarga yang masih mensupport kehidupan bapak...

terima kasih berkenan membaca artikel ini..

Erfin Susanti mengatakan...

Ikhlas adalah kuncinya...sulit memang...bahkan sy sndiri belum bisa menerapkanny sejak suami pergi 3thn yg lalu..tapi sy hrs bisa demi anak smata wayang sy..hanya Allah lah tempat sy mengadu& mminta kekuatan...1 hal yg sy percayai: anak2 akan mnjadi jembatan kita mnuju surgany Allah...

Ivo Hermawan mengatakan...

Setelah membaca artikel ini saya sangat terpukul... Karena saat ini saya sedang ada masalah dalam rumah tangga dan sampai dipisahkan dengan anak saya.. Istri saya saya datangi dan saya mendapat perlakuan buruk diusir dari rumah mertua...

Langsung saja saya menikah sudah 5th lebih dan dari awal pernikahan kita tidak disetujui dengan mertua, dan mertua berniat menggugurkan anak saya, dan dengan perjuangan saya jemput sendiri istri saya akhirnya dengan terpaksa mertua menyetujui, dengan jalannya waktu mertua selalu ikut campur di dlm rumah tangga kita.. Akhirnya pernikahan saya sering terjadi pertengkaran, dan akhirnya pada akhir bulan kemarin istri saya dijemput oleh mertua karena pertengkaran kita... Dan yang saya kagetkan anak saya dipindahkan sekolah dan sampai saat ini saya dipisahkan dengan anak saya.. Saya menghubungi istri saya lewat tlp dan menemui ke rmh mertua juga tidak di terima...... Karena anak yang jadi korban
Saya ada bukti semua dari rencana awal mau aborsi dan skrg saya dipisahkan paksa.....saya simpan sampai sekarang

Saya butuh saran , saya ingin keluarga saya utuh kembali

Ivo Hermawan mengatakan...

Langsung saja saya menikah sudah 5th lebih dan dari awal pernikahan kita tidak disetujui dengan mertua, dan mertua berniat menggugurkan anak saya, dan dengan perjuangan saya jemput sendiri istri saya akhirnya dengan terpaksa mertua menyetujui, dengan jalannya waktu mertua selalu ikut campur di dlm rumah tangga kita.. Akhirnya pernikahan saya sering terjadi pertengkaran, dan akhirnya pada akhir bulan kemarin istri saya dijemput oleh mertua karena pertengkaran kita... Dan yang saya kagetkan anak saya dipindahkan sekolah dan sampai saat ini saya dipisahkan dengan anak saya.. Saya menghubungi istri saya lewat tlp dan menemui ke rmh mertua juga tidak di terima...... Karena anak yang jadi korban
Saya ada bukti semua dari rencana awal mau aborsi dan skrg saya dipisahkan paksa.....saya simpan sampai sekarang
Saya sekarang bingung dan saya saat ini hanya ingin keluarga saya utuh kembali...

Facebook